Terjemahan Al-Quran Surat An-Nisaa' Ayat 13 sampai dengan Surat An-Nisaa' Ayat 18, sebagi berikut:
Al-Quran Surat An-Nisaa' Ayat 13: (Hukum-hukum tersebut) itu adalah ketentuan-ketentuan dari Allah. Barang siapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yang besar.
Al-Quran Surat An-Nisaa' Ayat 14: Dan barang siapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa yang menghinakan.
Al-Quran Surat An-Nisaa' Ayat 15: Dan (terhadap) para wanita yang mengerjakan perbuatan keji, hendaklah ada empat orang saksi di antara kamu (yang menyaksikannya). Kemudian apabila mereka telah memberi persaksian, maka kurunglah mereka (wanita-wanita itu) dalam rumah sampai mereka menemui ajalnya, atau sampai Allah memberi jalan yang lain kepadanya.
Al-Quran Surat An-Nisaa' Ayat 16: Dan terhadap dua orang yang melakukan perbuatan keji di antara kamu, maka berilah hukuman kepada keduanya, kemudian jika keduanya bertobat dan memperbaiki diri, maka biarkanlah mereka. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.
Al-Quran Surat An-Nisaa' Ayat17: Sesungguhnya tobat di sisi Allah hanyalah tobat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan, yang kemudian mereka bertobat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima Allah tobatnya; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
Al-Quran Surat An-Nisaa' Ayat18: Dan tidaklah tobat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan: "Sesungguhnya saya bertobat sekarang" Dan tidak (pula diterima tobat) orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih
Kamis, 30 Agustus 2012
Rabu, 15 Agustus 2012
Senin, 13 Agustus 2012
Al-Qur'an Surat An-Nisaa' Ayat 6-12
Terjemahan Al-Qur'an Surat An-Nisaa' Ayat 6 sampai dengan Al-Qur'an Surat An-Nisaa' Ayat 12, sebagai berikut:
Al-Qur'an Surat An-Nisaa' Ayat 6: Dan ujilah anak yatim itu sampai mereka cukup umur untuk kawin. Kemudian jika menurut pendapatmu mereka telah cerdas (pandai memelihara harta), maka serahkanlah kepada mereka harta-hartanya. Dan janganlah kamu makan harta anak yatim lebih dari batas kepatutan dan (janganlah kamu) tergesa-gesa (membelanjakannya) sebelum mereka dewasa. Barang siapa (di antara pemelihara itu) mampu, maka hendaklah ia menahan diri (dari memakan harta anak yatim itu) dan barang siapa miskin, maka bolehlah ia makan harta itu menurut yang patut. Kemudian apabila kamu menyerahkan harta kepada mereka, maka hendaklah kamu adakan saksi-saksi (tentang penyerahan itu) bagi mereka. Dan cukuplah Allah sebagai Pengawas (atas persaksian itu).
Al-Qur'an Surat An-Nisaa' Ayat 7: Bagi laki-laki ada hak bagian dari harta peninggalan ibu-bapak dan kerabatnya, dan bagi wanita ada hak bagian (pula) dari harta peninggalan ibu-bapak dan kerabatnya, baik sedikit atau banyak menurut bahagian yang telah ditetapkan.
Al-Qur'an Surat An-Nisaa' Ayat 8: Dan apabila sewaktu pembagian itu hadir kerabat, anak yatim dan orang miskin, maka berilah mereka dari harta itu (sekedarnya) dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik.
Al-Qur'an Surat An-Nisaa' Ayat 9: Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.
Al-Qur'an Surat An-Nisaa' Ayat 10: Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara lalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).
Al-Qur'an Surat An-Nisaa' Ayat 11: Allah mensyariatkan bagimu tentang (pembagian pusaka untuk) anak-anakmu. Yaitu: bahagian seorang anak lelaki sama dengan bahagian dua orang anak perempuan; dan jika anak itu semuanya perempuan lebih dari dua, maka bagi mereka dua pertiga dari harta yang ditinggalkan; jika anak perempuan itu seorang saja, maka ia memperoleh separo harta. Dan untuk dua orang ibu-bapak, bagi masing-masingnya seperenam dari harta yang ditinggalkan, jika yang meninggal itu mempunyai anak; jika orang yang meninggal tidak mempunyai anak dan ia diwarisi oleh ibu-bapaknya (saja), maka ibunya mendapat sepertiga; jika yang meninggal itu mempunyai beberapa saudara, maka ibunya mendapat seperenam. (Pembagian-pembagian tersebut di atas) sesudah dipenuhi wasiat yang ia buat atau (dan) sesudah dibayar utangnya. (Tentang) orang tuamu dan anak-anakmu, kamu tidak mengetahui siapa di antara mereka yang lebih dekat (banyak) manfaatnya bagimu. Ini adalah ketetapan dari Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
Al-Qur'an Surat An-Nisaa' Ayat 12: Dan bagimu (suami-suami) seperdua dari harta yang ditinggalkan oleh istri-istrimu, jika mereka tidak mempunyai anak. Jika istri-istrimu itu mempunyai anak, maka kamu mendapat seperempat dari harta yang ditinggalkannya sesudah dipenuhi wasiat yang mereka buat atau (dan) sesudah dibayar utangnya. Para istri memperoleh seperempat harta yang kamu tinggalkan jika kamu tidak mempunyai anak. Jika kamu mempunyai anak, maka para istri memperoleh seperdelapan dari harta yang kamu tinggalkan sesudah dipenuhi wasiat yang kamu buat atau (dan) sesudah dibayar utang-utangmu. Jika seseorang mati, baik laki-laki maupun perempuan yang tidak meninggalkan ayah dan tidak meninggalkan anak, tetapi mempunyai seorang saudara laki-laki (seibu saja) atau seorang saudara perempuan (seibu saja), maka bagi masing-masing dari kedua jenis saudara itu seperenam harta. Tetapi jika saudara-saudara seibu itu lebih dari seorang, maka mereka bersekutu dalam yang sepertiga itu, sesudah dipenuhi wasiat yang dibuat olehnya atau sesudah dibayar hutangnya dengan tidak memberi mudarat (kepada ahli waris). (Allah menetapkan yang demikian itu sebagai) syariat yang benar-benar dari Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Penyantun.
Al-Qur'an Surat An-Nisaa' Ayat 6: Dan ujilah anak yatim itu sampai mereka cukup umur untuk kawin. Kemudian jika menurut pendapatmu mereka telah cerdas (pandai memelihara harta), maka serahkanlah kepada mereka harta-hartanya. Dan janganlah kamu makan harta anak yatim lebih dari batas kepatutan dan (janganlah kamu) tergesa-gesa (membelanjakannya) sebelum mereka dewasa. Barang siapa (di antara pemelihara itu) mampu, maka hendaklah ia menahan diri (dari memakan harta anak yatim itu) dan barang siapa miskin, maka bolehlah ia makan harta itu menurut yang patut. Kemudian apabila kamu menyerahkan harta kepada mereka, maka hendaklah kamu adakan saksi-saksi (tentang penyerahan itu) bagi mereka. Dan cukuplah Allah sebagai Pengawas (atas persaksian itu).
Al-Qur'an Surat An-Nisaa' Ayat 7: Bagi laki-laki ada hak bagian dari harta peninggalan ibu-bapak dan kerabatnya, dan bagi wanita ada hak bagian (pula) dari harta peninggalan ibu-bapak dan kerabatnya, baik sedikit atau banyak menurut bahagian yang telah ditetapkan.
Al-Qur'an Surat An-Nisaa' Ayat 8: Dan apabila sewaktu pembagian itu hadir kerabat, anak yatim dan orang miskin, maka berilah mereka dari harta itu (sekedarnya) dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik.
Al-Qur'an Surat An-Nisaa' Ayat 9: Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.
Al-Qur'an Surat An-Nisaa' Ayat 10: Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara lalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).
Al-Qur'an Surat An-Nisaa' Ayat 11: Allah mensyariatkan bagimu tentang (pembagian pusaka untuk) anak-anakmu. Yaitu: bahagian seorang anak lelaki sama dengan bahagian dua orang anak perempuan; dan jika anak itu semuanya perempuan lebih dari dua, maka bagi mereka dua pertiga dari harta yang ditinggalkan; jika anak perempuan itu seorang saja, maka ia memperoleh separo harta. Dan untuk dua orang ibu-bapak, bagi masing-masingnya seperenam dari harta yang ditinggalkan, jika yang meninggal itu mempunyai anak; jika orang yang meninggal tidak mempunyai anak dan ia diwarisi oleh ibu-bapaknya (saja), maka ibunya mendapat sepertiga; jika yang meninggal itu mempunyai beberapa saudara, maka ibunya mendapat seperenam. (Pembagian-pembagian tersebut di atas) sesudah dipenuhi wasiat yang ia buat atau (dan) sesudah dibayar utangnya. (Tentang) orang tuamu dan anak-anakmu, kamu tidak mengetahui siapa di antara mereka yang lebih dekat (banyak) manfaatnya bagimu. Ini adalah ketetapan dari Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
Al-Qur'an Surat An-Nisaa' Ayat 12: Dan bagimu (suami-suami) seperdua dari harta yang ditinggalkan oleh istri-istrimu, jika mereka tidak mempunyai anak. Jika istri-istrimu itu mempunyai anak, maka kamu mendapat seperempat dari harta yang ditinggalkannya sesudah dipenuhi wasiat yang mereka buat atau (dan) sesudah dibayar utangnya. Para istri memperoleh seperempat harta yang kamu tinggalkan jika kamu tidak mempunyai anak. Jika kamu mempunyai anak, maka para istri memperoleh seperdelapan dari harta yang kamu tinggalkan sesudah dipenuhi wasiat yang kamu buat atau (dan) sesudah dibayar utang-utangmu. Jika seseorang mati, baik laki-laki maupun perempuan yang tidak meninggalkan ayah dan tidak meninggalkan anak, tetapi mempunyai seorang saudara laki-laki (seibu saja) atau seorang saudara perempuan (seibu saja), maka bagi masing-masing dari kedua jenis saudara itu seperenam harta. Tetapi jika saudara-saudara seibu itu lebih dari seorang, maka mereka bersekutu dalam yang sepertiga itu, sesudah dipenuhi wasiat yang dibuat olehnya atau sesudah dibayar hutangnya dengan tidak memberi mudarat (kepada ahli waris). (Allah menetapkan yang demikian itu sebagai) syariat yang benar-benar dari Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Penyantun.
Qiamulail Lailatul Qadar dan Amalannya
Pada waktu siangnya umat Islam diwajibkan berpuasa, manakala malamnya disunatkan‘Qiamullail’ iaitu ‘memakmur dan menghidupkan malam dengan ibadat’.
Qiamullail dituntut dan dijanjikan dengan pelbagai kelebihan. Antaranya sabda Baginda SAW: “Sesiapa yang melakukan qiamullail pada Ramadhan kerana keimanan dan mengharapkan pahala akan diampunkan dosa-dosanya yang lalu.” (Hadis riwayat Bukhari dan Muslim)
Rasulullah SAW telah bersabda: “Sesiapa beribadat sesaat pada malam Qadar, kira-kira selama seorang penggembala memerah susu kambingnya, maka adalah lebih disukai Allah daripada berpuasa setahun penuh. Demi Allah yang telah mengutus daku dengan hak menjadi nabi, sesungguhnya membaca satu ayat dari al-Quran pada malam Qadar adalah lebih disukai Allah daripada mengkhatamkannya pada malam-malam yang lain.“
Malam al-Qadar (Lailatul Qadar)
Salah satu kelebihan yang Allah SWT berikan untuk umat Islam dalam bulan Ramadhan ialah ‘Malam al-Qadar’. Lailatul Qadar juga dikenali dengan nama ‘Lailatul Syaraf’ bermaksud malam kemuliaan dan ‘Lailatul Tajalli’ yang bermakna malam Allah melimpahkan cahaya dan hidayah-Nya kepada orang yang berpuasa pada siang hari dan beribadat pada sebelah malamnya
Dalam Surah al-Dukhan, ayat 2, Allah SWT telah berfirman: “Sesungguhnya Kami telah turunkan al-Quran itu pada malam yang penuh keberkatan dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan.” dan firman-Nya lagi dalam Surah al-Qadr, ayat 1 hingga 3:“Sesungguhnya Kami menurunkannya (Al_Quran) pada Lailatul Qadar. Tahukah kamu apakah Lailatul Qadar itu? Lailatul Qadar adalah lebih baik daripada seribu bulan.”
Ini bererti sesiapa yang beribadat pada malam-malam tersebut digandakan pahala dan diberikan ganjaran yang amat tinggi di sisi Allah SWT. Gandaan pahala melakukan ibadah pada malam ini dikatakan mempunyai nilai lebih 29,500 kali ganda. Maka ianya boleh dijadikan perangsang kepada umat mukmin bagi melipat-gandakan amal ibadat pada malam akhir Ramadhan al-Mubarak
Malam itu Allah mencucuri pelbagai rahmat, keampunan dan keberkatan kepada orang yang beramal dengan khusyuk dan berdoa dengan penuh keikhlasan. Pada malam ini juga turunnya para Malaikat bersama-sama turunnya berkat dan rahmat Allah yang dikhaskan untuk malam ini
Allah SWT amat Penyayang kepada hamba-Nya sekiranya kita tidak berputus asa dan menggunakan sepuluh malam terakhir ini bagi menebus kesilapan seumur hidup kita yang lalu
Firman Allah SWT: “Pada malam itu (Lailatul Qadar) dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah.” (Al-Dukhan : 4)
Maksud ‘urusan yang penuh hikmah’ ialah pada malam tersebut Allah menentukan takdir setiap makhluk baik berupa rezeki, umur, sakit atau sihatnya seseorang dan ajal manusia untuk jangka masa setahun, iaitu dari malam al-Qadar tahun ini hingga ke malam al-Qadar tahun hadapan
Amalan Pada Malam Lailatul Qadar
Menggandakan amalan sunat pada 10 hari terakhir Ramadhan bagi mengharapkan keberkatan dan kebesaran malam ‘Lailatul Qadar’ seperti beriktikaf di masjid dan sebagainya.
Menghidupkan malam-malam Ramadhan dengan mendirikan Qiamullail.
Habiskan malam beramal ibadat di masjid (beriktikaf).
Solat Qiamulail sebanyak mungkin.
Solat Tarawih 20 rakaat, tanpa witir.
Bermula 12 malam, Solat Tahajud 8 rakaat dan Solat Witir 3 rakaat.
Itikaf Lailatul Qadar
Itikaf ini dikenali juga sebagai ‘Iktikaf Asyrul-Awahir’. Seseorang yang ingin beriktikaf hendaklah masuk ke dalam masjd sebelum terbenam matahari kedua puluh Ramadhan dan waktu tamat iktikaf ialah selepas terbenamnya matahari pada hari terakhir Ramadhan. Iktikaf menjadi sunnah muakkadjika dilakukan di bulan Ramadhan terutama pada 10 terakhir Ramadhan
Pada hari-hari tersebut Rasululllah SAW. mengajak isteri dan keluarga serta para sahabat Baginda menghidupkan malam dan mengisinya dengan pelbagai kegiatan ibadah yang menunjukkan ‘taqarrub‘ (mendekatkan diri) kepada Allah SWT
Firman Allah SWT: “Dan janganlah dekati (jimak) mereka (isteri kamu) dalam keadaan kamu beriktikaf di dalam masjid.” (Al-Baqarah: 187)
Daripada Aishah r.a telah berkata : “Bahawa Rasulullah SAW apabila masuk sepuluh akhir Ramadhan , baginda menghidupkan malam (Qiam dan membantu ahli keluarga untuk merebut kebaikan), mengejutkan ahli keluarganya dan mengikat pakaiannya (bersungguh-sungguh dalam beribadat dan melakukan kebaikan).” ( Muttafaqun alaih)
Daripada Aishah r.a bahawa Nabi SAW beriktikaf pada 10 terakhir dari Ramadhan sehingga diwafatkan Allah, kemudian diteruskan isteri-isteri baginda.. ( muttafaqun alaih)
Daripada Abi Hurairah r.a telah berkata : “Bahawa Nabi SAW beriktikaf pada setiap kali Ramadhan pada 10 hari, tetapi beriktikaf 20 hari pada tahun kewafatan Baginda SAW.” ( Riwayat al-Bukhari, Abu Daud dan Ibn. Majah)
Amalan Rasulullah SAW Di Malam Lailatul Qadar
Rasulullah SAW menganjurkan umatnya agar mencari dan menghidupkan 10 malam terakhir Ramadhan. Rasulullah SAW bersabda: “Sesiapa yang beribadah pada malam al-Qadar dengan penuh keimanan dan pengharapan kepada keredaan Ilahi (ketakwaan), maka akan dihapuskan semua dosanya yang telah lalu.” (Hadis riwayat Abu Hurairah, Bukhari dan Muslim)
Antara amalan yang dilakukan Rasululah SAW dan para sahabat pada malam-malam terakhir Ramadhan ialah:
Rasulullah SAW tidak pernah sekalipun meninggalkan iktikaf pada sepuluh malam terakhir Ramadhan sehinggalah baginda wafat. Isteri-isteri baginda juga turut beriktikaf bersama-samanya ketika baginda hidup dan selepas baginda wafat
Doa Qiamullail
Rasulullah SAW sering membaca doa di bawah sebelum Baginda melakukan Qiamullail;
Amalan Tengah Malam Lailatul Qadar
Di antara amalan-amalan yang disunatkan semasa Qiamullail, iaitu mulai 12.00 tengah malam ialah;


*Solat Sunat Tasbih – Mengagungkan Yang Maha Esa.
*Solat Sunat Lailatul Qadar – Tanda Syukur dapat meraih Malam Berkat.
*Solat Sunat Witir. – Solat Penutup
BERDOA
Dalam sebuah hadith riwayat Tirmizi, Ahmad dan Ibn Majah bahawa Aisyah r.a. bertanya kepada Rasulullah SAW: “Wahai Rasulullah, sekiranya aku berada pada Lailatul Qadar (bertepatan dengan malam Qadar), maka apa yang aku perlu buat? Baginda menjawab: “Bacalah:
اَللَّهُمَّ اِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيْمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ، فَاعْفُ عَنِّىْ وَاغْفِرْلِى.
“Allahumma innaka ‘afuwun karim tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni wagh’firli”
Ya Allah! Sesungguhnya Dikaulah Maha Pengampun, Maha Pemurah lagi suka mengampun. Maka ampunilah dan lindungilah diriku.
Berikut ini adalah salah satu doa di malam-malam Al-Qadar: malam ke 19, 21, dan ke 23 Ramadhan;
Amalan Orang Uzur (Malam 21-30)
1) Kepada orang tua dan lemah, telah dikira beramal Al Qadar sekiranya solat Maghrib, Isyak dan Tarawih berjemaah
Solat berjemaah sangat diutamakan pada malam akhir Ramadhan. Imam Malik dan Imam Syafie berkata: “Siapa yang solat Isyak dan Subuh berjemaah pada malam al-Qadar, dia telah mengambil bahagiannya daripada malam itu.”
2) Orang yang tidak sanggup solat malam yang panjang, bacalah:
Ayat akhir surah Al Baqarah
Ayat Kursi
Surah Yaasin
Surah Al Zalazah
Surah Al Qafirun
Surah Al Ikhlas
3) Bagi orang yang kuat dan cergas;
Bangunkan isteri dan anak
Mandi, bersuci dan berwuduk
Solat malam – Tahajjud,Taubat,Tasbih,Hajat,Istikharah
Baca Al Quran.
Rasulullah SAW bersabda: “Sesiapa bangun pada malam lailatulqadar kerana dorongan iman dan mengharapkan pahala, maka diampunkan dosa-dosanya terdahulu.” (Muttafaqun ‘alaih)
Fadilat Lailatul Qadar
Jika 10 hari pertama adalah bulan penuh kerahmatan; 10 hari pertengahan Ramadhan sebagai hari pengampunan segala dosa; Maka 10 hari terakhir Ramadan ialah kemunculan malam penuh berkat yang lebih baik daripada seribu bulan. Padanya terdapat ‘Malam al-Qadar’ yang dinanti-nantikan oleh setiap Muslim yang beriman dan bertakwa
Rasulullah SAW. bersabda: “Sesiapa yang kehilangan malam itu, sesungguhnya dia telah kehilangan semua kebaikan. Dan tidak akan kehilangan semua perkara itu kecuali orang yang telah diharamkan (tidak mendapat petunjuk) daripada Allah.” (Hadis riwayat Ibnu Majah)
TANDA LAILATUL QADAR
Ketenangan yang dirasai pada malam al-Qadar ini bersempena turunnya malaikat beserta pelbagai rahmat dan berkat untuk hamba-Nya yang benar-benar menghayati kedatangannya. Firman Allah SWT.: “Turunlah malaikat dan rohnya dengan izin Allah. Selamatlah malam itu hingga terbit fajar.” (Surah al-Qadr, ayat 5 – 6)
Rasulullah SAW bersabda: “Pada saat berlakunya Lailatul Qadaritu, malam terasa jernih, terang, tenang dan cuaca sejuk tidak terasa panas tidak juga dingin. Dan pada pagi harinya matahari terbit dengan jernih terang benderang tanpa tertutup sesuatu awan.”(Hadis riwayat Imam Muslim, Ahmad, Abu Daud dan at-Tirmizi)
Sebahagian ulama berpendapat, orang yang mendapat al-Qadar itu akan melihat beberapa tanda antaranya ialah:
-Alam terang benderang walaupun berada di tempat gelap.
-Segala yang ada di bumi dan langit bagaikan bersujud ke hadrat Allah.
-Tiada kedengaran suara salakan anjing.
-Mendengar salam malaikat dan tutur kata mereka.
-Malaikat Jibril akan menyalami orang yang beribadat pada malam itu dan tandanya ialah kita tiba-tiba rasa sangat sayu dan kemudiannya menangis teresak-esak secara tiba-tiba.
-Sinar mentarinya tidak terasa terlalu panas walaupun cahaya cerah memancar.
-Alam dan udara terasa begitu segar dan bersih.
-Terasa seperti diperkenankan segala doanya.
والسلام
Qiamullail dituntut dan dijanjikan dengan pelbagai kelebihan. Antaranya sabda Baginda SAW: “Sesiapa yang melakukan qiamullail pada Ramadhan kerana keimanan dan mengharapkan pahala akan diampunkan dosa-dosanya yang lalu.” (Hadis riwayat Bukhari dan Muslim)
Rasulullah SAW telah bersabda: “Sesiapa beribadat sesaat pada malam Qadar, kira-kira selama seorang penggembala memerah susu kambingnya, maka adalah lebih disukai Allah daripada berpuasa setahun penuh. Demi Allah yang telah mengutus daku dengan hak menjadi nabi, sesungguhnya membaca satu ayat dari al-Quran pada malam Qadar adalah lebih disukai Allah daripada mengkhatamkannya pada malam-malam yang lain.“
Malam al-Qadar (Lailatul Qadar)
Salah satu kelebihan yang Allah SWT berikan untuk umat Islam dalam bulan Ramadhan ialah ‘Malam al-Qadar’. Lailatul Qadar juga dikenali dengan nama ‘Lailatul Syaraf’ bermaksud malam kemuliaan dan ‘Lailatul Tajalli’ yang bermakna malam Allah melimpahkan cahaya dan hidayah-Nya kepada orang yang berpuasa pada siang hari dan beribadat pada sebelah malamnya
Dalam Surah al-Dukhan, ayat 2, Allah SWT telah berfirman: “Sesungguhnya Kami telah turunkan al-Quran itu pada malam yang penuh keberkatan dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan.” dan firman-Nya lagi dalam Surah al-Qadr, ayat 1 hingga 3:“Sesungguhnya Kami menurunkannya (Al_Quran) pada Lailatul Qadar. Tahukah kamu apakah Lailatul Qadar itu? Lailatul Qadar adalah lebih baik daripada seribu bulan.”
Ini bererti sesiapa yang beribadat pada malam-malam tersebut digandakan pahala dan diberikan ganjaran yang amat tinggi di sisi Allah SWT. Gandaan pahala melakukan ibadah pada malam ini dikatakan mempunyai nilai lebih 29,500 kali ganda. Maka ianya boleh dijadikan perangsang kepada umat mukmin bagi melipat-gandakan amal ibadat pada malam akhir Ramadhan al-Mubarak
Malam itu Allah mencucuri pelbagai rahmat, keampunan dan keberkatan kepada orang yang beramal dengan khusyuk dan berdoa dengan penuh keikhlasan. Pada malam ini juga turunnya para Malaikat bersama-sama turunnya berkat dan rahmat Allah yang dikhaskan untuk malam ini
Allah SWT amat Penyayang kepada hamba-Nya sekiranya kita tidak berputus asa dan menggunakan sepuluh malam terakhir ini bagi menebus kesilapan seumur hidup kita yang lalu
Firman Allah SWT: “Pada malam itu (Lailatul Qadar) dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah.” (Al-Dukhan : 4)
Maksud ‘urusan yang penuh hikmah’ ialah pada malam tersebut Allah menentukan takdir setiap makhluk baik berupa rezeki, umur, sakit atau sihatnya seseorang dan ajal manusia untuk jangka masa setahun, iaitu dari malam al-Qadar tahun ini hingga ke malam al-Qadar tahun hadapan
Amalan Pada Malam Lailatul Qadar
Menggandakan amalan sunat pada 10 hari terakhir Ramadhan bagi mengharapkan keberkatan dan kebesaran malam ‘Lailatul Qadar’ seperti beriktikaf di masjid dan sebagainya.
Menghidupkan malam-malam Ramadhan dengan mendirikan Qiamullail.
Habiskan malam beramal ibadat di masjid (beriktikaf).
Solat Qiamulail sebanyak mungkin.
Solat Tarawih 20 rakaat, tanpa witir.
Bermula 12 malam, Solat Tahajud 8 rakaat dan Solat Witir 3 rakaat.
Itikaf Lailatul Qadar
Itikaf ini dikenali juga sebagai ‘Iktikaf Asyrul-Awahir’. Seseorang yang ingin beriktikaf hendaklah masuk ke dalam masjd sebelum terbenam matahari kedua puluh Ramadhan dan waktu tamat iktikaf ialah selepas terbenamnya matahari pada hari terakhir Ramadhan. Iktikaf menjadi sunnah muakkadjika dilakukan di bulan Ramadhan terutama pada 10 terakhir Ramadhan
Pada hari-hari tersebut Rasululllah SAW. mengajak isteri dan keluarga serta para sahabat Baginda menghidupkan malam dan mengisinya dengan pelbagai kegiatan ibadah yang menunjukkan ‘taqarrub‘ (mendekatkan diri) kepada Allah SWT
Firman Allah SWT: “Dan janganlah dekati (jimak) mereka (isteri kamu) dalam keadaan kamu beriktikaf di dalam masjid.” (Al-Baqarah: 187)
Daripada Aishah r.a telah berkata : “Bahawa Rasulullah SAW apabila masuk sepuluh akhir Ramadhan , baginda menghidupkan malam (Qiam dan membantu ahli keluarga untuk merebut kebaikan), mengejutkan ahli keluarganya dan mengikat pakaiannya (bersungguh-sungguh dalam beribadat dan melakukan kebaikan).” ( Muttafaqun alaih)
Daripada Aishah r.a bahawa Nabi SAW beriktikaf pada 10 terakhir dari Ramadhan sehingga diwafatkan Allah, kemudian diteruskan isteri-isteri baginda.. ( muttafaqun alaih)
Daripada Abi Hurairah r.a telah berkata : “Bahawa Nabi SAW beriktikaf pada setiap kali Ramadhan pada 10 hari, tetapi beriktikaf 20 hari pada tahun kewafatan Baginda SAW.” ( Riwayat al-Bukhari, Abu Daud dan Ibn. Majah)
Amalan Rasulullah SAW Di Malam Lailatul Qadar
Rasulullah SAW menganjurkan umatnya agar mencari dan menghidupkan 10 malam terakhir Ramadhan. Rasulullah SAW bersabda: “Sesiapa yang beribadah pada malam al-Qadar dengan penuh keimanan dan pengharapan kepada keredaan Ilahi (ketakwaan), maka akan dihapuskan semua dosanya yang telah lalu.” (Hadis riwayat Abu Hurairah, Bukhari dan Muslim)
Antara amalan yang dilakukan Rasululah SAW dan para sahabat pada malam-malam terakhir Ramadhan ialah:
- Mandi, berpakaian cantik dan berwangi-wangian.
- Beriktikaf iaitu mendampingi masjid untuk mentaati Allah.
- Mengejutkan keluarga agar bangun beribadah.
- Uzlah (tidak mendekati) isteri.
- Memperbanyakkan amal ibadat dan berqiamulail di masjid atau surau.
- Menghadiri majlis ilmu, mengulangkaji hadith, tafsir dan sirah nabi.
- Memperbanyakkan bertasbih, tahmid, takbir, istighfar dan bersalawat.
- Membaca dan tadarus al-Quran serta berzikir kepada Allah.
- Bersolat Tarawih, Witir, Tahajud, Taubat dan solat Hajat.
- Bertaubat daripada segala kesalahan dan dosa selama ini.
- Berdoa ke hadrat Ilahi. Baginda SAW sering membaca doa: “Wahai Tuhan kami! Anugerahkanlah kepada kami kebajikan di dunia dan juga kebajikan di akhirat serta peliharakanlah kami daripada seksaan api neraka yang pedih.”
- Berdoa mendapatkan keampunan dan keberkatan malam itu.
Rasulullah SAW tidak pernah sekalipun meninggalkan iktikaf pada sepuluh malam terakhir Ramadhan sehinggalah baginda wafat. Isteri-isteri baginda juga turut beriktikaf bersama-samanya ketika baginda hidup dan selepas baginda wafat
Doa Qiamullail
Rasulullah SAW sering membaca doa di bawah sebelum Baginda melakukan Qiamullail;
Di antara amalan-amalan yang disunatkan semasa Qiamullail, iaitu mulai 12.00 tengah malam ialah;
- Mengambil wuduk dan mendirikan Solat Sunat Wuduk.
- Membaca surah Ali Imran; ayat 190 –200.
- Solat Sunat Tahajjud – bagi memantapkan iman dan akidah tauhid.
- Solat Sunat Hajat dan berdoa kepada Allah mohon dipertemukan dengan Lailatul Qadar.
- Membaca Al-Quran.
- Beristighfar dan berzikir
- Bertasbih dan berselawat
- Bersolat Sunat.
*Solat Sunat Tasbih – Mengagungkan Yang Maha Esa.
*Solat Sunat Lailatul Qadar – Tanda Syukur dapat meraih Malam Berkat.
*Solat Sunat Witir. – Solat Penutup
BERDOA
- Saat Makbul Doa
- Masa berlalunya separuh malam
- Ketika berada pada bahagian malam yang akhirnya.
- Ulama tasauf dan fikah terkenal, Sufian as-Sauri berkata: “Berdoa pada Lailatul Qadar itu lebih disukai daripada mengerjakan solat. Malah apabila seseorang membaca al-Quran, berdoa dan meningkatkan doanya kepada Allah, mudah-mudahan dia memperoleh waktu yang mustajab.”
- Doa Bertemu Lailatul Qadar
اَللَّهُمَّ اِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيْمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ، فَاعْفُ عَنِّىْ وَاغْفِرْلِى.
“Allahumma innaka ‘afuwun karim tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni wagh’firli”
Ya Allah! Sesungguhnya Dikaulah Maha Pengampun, Maha Pemurah lagi suka mengampun. Maka ampunilah dan lindungilah diriku.
- Doa Di Malam Al-Qadar
Berikut ini adalah salah satu doa di malam-malam Al-Qadar: malam ke 19, 21, dan ke 23 Ramadhan;
بسم الله الرحمن الرحيم
Bismillâhir Rahmânir Rahîm
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang.
اللهم صل على محمد وآل محمد
Allâhumma shalli ‘alâ Muhammad wa âli Muhammad
Ya Allah! Sampaikan selawat kepada Rasulullah SAW dan keluarganya
اَللَّهُمَّ اِنِّي اَمْسَيْتُ لَكَ عَبْداً دَاخِراً
Allâhumma innî amsaytu laka ‘abdan dâkhiran,
Ya Allah! Malam ini daku datang kepada-Mu sebagai hamba-Mu yang hina,
لاَ اَمْلِكُ لِنَفْسِي نَفْعاً وَلاَ ضَرّاً، وَلاَ اَصْرِفُ عَنْهَا سُوْءاً،
lâ amliku linafsî naf’an wa lâ dharrâ, wa lâ ashrifu ‘anhâ sûan,
yang tidak mempunyai kemampuan untuk memberi manfaat dan mudarat dan tak mampu menyingkirkan keburukan dari diriku.
اَشْهَدُ بِذَلِكَ عَلَى نَفْسِي، وَاَعْتَرِفُ لَكَ بِضَعْفِ قُوَّتِي، وَقِلَّةِ حِيْلَتِي،
Asyhadu bidzâlika ‘alâ nafsî, wa a’tarifu laka bidha’fi quwwatî wa qillati hîlatî
Dengan itu daku bersaksi atas diriku dan mengakui di hadapan-Mu tentang kelemahanku dan ketidakupayaanku,
فَصَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ،
Fashalli ‘alâ Muhammadin wa âli Muhammad
sampaikan selawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad,
وَاَنْجِزْ لِي مَا وَعَدْتَنِي وَجَمِيْعَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ مِنَ الْمَغْفِرَةِ فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ،
wa anjizlî mâ wa’adtanî wa jamî’al mu’minîna wal mu’minât minal maghfirati fî hâdzihil laylah
kurniakan padaku malam ini, pengampunan dari-Mu sebagaimana telah Dikau janjikan padaku, pada kaum mukminin dan mukminat,
وَاَتْمِمْ عَلَيَّ مَا آتَيْتَنِي
wa atmim ‘alayya mâ ataytanî
sempurnakan padaku apa yang telah Dikau kurniakan padaku,
فَاِنِّي عَبْدُكَ الْمِسْكِيْنُ الْمُسْتَكِيْنُ الضَّعِيْفُ الْفَقِيْرُ الْمَهِيْنُ.
fainnî ‘abdukal miskînul mustakîn, adhdha’îful faqîrul mahîn
kerana aku adalah hamba-Mu yang miskin dan papa, lemah, fakir dan hina.
اَللَّهُمَّ لاَ تَجْعَلْنِي نَاسِياً لِذِكْرِكَ فِيْمَا اَوْلَيْتَنِي،
Allâhumma lâ taj’alnî nâsiyan lidzikrika fîmâ awlaytanî
Ya Allah! Jangan biarkan daku lalai untuk mengingat-Mu, dalam pertolongan yang telah Dikau berikan,
وَلاَ لاِ حْسَانِكَ فِيْمَا اَعْطَيْتَنِي،
wa lâ li-ihsânika fîmâ a’thaytanî
dan kebaikan yang telah Dikau anugerahkan.
وَلاَ آيِسًا مِنْ اِجَابَتِكَ وَاِنْ اَبْطَأَتَ عَنِّي،
wa lâ âyisan min ijâbatika wa in abtha’ta ‘anni
Janganlah jadikan daku orang yang berputus asa dari balasan-Mu walaupun Dikau menundakannya,
فِي سَرَّاءَ اَوْ ضَرَّاءَ، اَوْ شِدَّةٍ اَوْ رَخَاءٍ،
fî sarra’ aw dharra’ aw syiddatin aw rakhâ’
dalam suka atau duka, bahagia atau derita,
اَوْ عَافِيَةٍ اَوْ بَلاَءٍ، اَوْ بُؤْسٍ اَوْ نَعْمَاءَ اِنَّكَ سَمِيْعُ الدُّعَاءِ
aw ‘âfiyatin aw bala’, aw bu’sin aw na’mâ’, innaka samî’ud du’â’.
dalam keselamatan atau bencana, sengsara atau kenikmatan. Sesungguhnya Dikau Yang Maha Mendengar permohonan doa!
(Mafâtihul Jinân: bab 2, pasal 3)
Amalan Orang Uzur (Malam 21-30)
- Cara beramal orang uzur di malam Lailatul Qadar.
1) Kepada orang tua dan lemah, telah dikira beramal Al Qadar sekiranya solat Maghrib, Isyak dan Tarawih berjemaah
Solat berjemaah sangat diutamakan pada malam akhir Ramadhan. Imam Malik dan Imam Syafie berkata: “Siapa yang solat Isyak dan Subuh berjemaah pada malam al-Qadar, dia telah mengambil bahagiannya daripada malam itu.”
2) Orang yang tidak sanggup solat malam yang panjang, bacalah:
Ayat akhir surah Al Baqarah
Ayat Kursi
Surah Yaasin
Surah Al Zalazah
Surah Al Qafirun
Surah Al Ikhlas
3) Bagi orang yang kuat dan cergas;
Bangunkan isteri dan anak
Mandi, bersuci dan berwuduk
Solat malam – Tahajjud,Taubat,Tasbih,Hajat,Istikharah
Baca Al Quran.
Rasulullah SAW bersabda: “Sesiapa bangun pada malam lailatulqadar kerana dorongan iman dan mengharapkan pahala, maka diampunkan dosa-dosanya terdahulu.” (Muttafaqun ‘alaih)
Fadilat Lailatul Qadar
Jika 10 hari pertama adalah bulan penuh kerahmatan; 10 hari pertengahan Ramadhan sebagai hari pengampunan segala dosa; Maka 10 hari terakhir Ramadan ialah kemunculan malam penuh berkat yang lebih baik daripada seribu bulan. Padanya terdapat ‘Malam al-Qadar’ yang dinanti-nantikan oleh setiap Muslim yang beriman dan bertakwa
Rasulullah SAW. bersabda: “Sesiapa yang kehilangan malam itu, sesungguhnya dia telah kehilangan semua kebaikan. Dan tidak akan kehilangan semua perkara itu kecuali orang yang telah diharamkan (tidak mendapat petunjuk) daripada Allah.” (Hadis riwayat Ibnu Majah)
TANDA LAILATUL QADAR
Ketenangan yang dirasai pada malam al-Qadar ini bersempena turunnya malaikat beserta pelbagai rahmat dan berkat untuk hamba-Nya yang benar-benar menghayati kedatangannya. Firman Allah SWT.: “Turunlah malaikat dan rohnya dengan izin Allah. Selamatlah malam itu hingga terbit fajar.” (Surah al-Qadr, ayat 5 – 6)
Rasulullah SAW bersabda: “Pada saat berlakunya Lailatul Qadaritu, malam terasa jernih, terang, tenang dan cuaca sejuk tidak terasa panas tidak juga dingin. Dan pada pagi harinya matahari terbit dengan jernih terang benderang tanpa tertutup sesuatu awan.”(Hadis riwayat Imam Muslim, Ahmad, Abu Daud dan at-Tirmizi)
Sebahagian ulama berpendapat, orang yang mendapat al-Qadar itu akan melihat beberapa tanda antaranya ialah:
- Tanda malam Qadar ialah :
-Alam terang benderang walaupun berada di tempat gelap.
-Segala yang ada di bumi dan langit bagaikan bersujud ke hadrat Allah.
-Tiada kedengaran suara salakan anjing.
-Mendengar salam malaikat dan tutur kata mereka.
-Malaikat Jibril akan menyalami orang yang beribadat pada malam itu dan tandanya ialah kita tiba-tiba rasa sangat sayu dan kemudiannya menangis teresak-esak secara tiba-tiba.
- Tanda malam al-Qadar telah berlaku adalah:
-Sinar mentarinya tidak terasa terlalu panas walaupun cahaya cerah memancar.
-Alam dan udara terasa begitu segar dan bersih.
-Terasa seperti diperkenankan segala doanya.
Bagaimanapun pahala ibadat pada malam al Qadar akan tetap mendapat ganjaran dari Allah Ta’ala biarpun tandanya tidak dapat dilihat dengan mata kasar
Tujuan disembunyikan malam Lailatul Qadar itu mempunyai hikmahnya tersendiri supaya kita berusaha mencarinya, meningkatkan ibadat pada semua malam dan untuk menguji keimanan Islam terhadap janji Allah SWT
Lailatul Qadar adalah satu malam untuk Allah berikan kelebihan berlipat ganda kepada orang yang meyakini janji Allah. Mereka bersungguh merebut peluang di penghujung Ramadan yang tidak diperoleh pada bulan lain
Nabi SAW bersabda: “Apabila malam akhir Ramadhan maka menangislah langit dan bumi serta malaikat kerana musibah yang menimpa umatku.” Sahabat bertanya: Apakah musibah itu? Rasulullah menjawab: “(Musibah) kerana perginya Ramadhan kerana dalam bulan ini doa dimakbulkan semua sedekah di terima dan semua kebaikan dilipat gandakan pahalanya serta seksaan ditolak.” (Hadis diriwayatkan oleh Jabir)
Diharapkan semoga anda semua mengisi malam tersebut dengan pelbagai ibadah yang disarankan dan menjauhkan diri daripada semua perbuatan maksiat hingga ia benar-benar menjadi malam yang penuh kebaikan dan keberkatan
Bersamalah kita mengimarahkanlah 10 malam terakhir Ramadhan dengan beribadat kepada Allah SWT secara ikhlas dan penuh keimanan, mudah-mudahan kita mendapat kurniaan Allah SWT yang kelebihan pahalanya melebihi 1,000 bulan atau 83 tahun umur kita.
Minggu, 12 Agustus 2012
Al-Qur'an Surat An –Nisaa’ Ayat 1-5
Terjemahan Al-Qur'an Surat An –Nisaa’ Ayat 1 sampai dengan Al-Qur'an Surat An –Nisaa’ Ayat 5, sebagai berikut:
Al-Qur'an Surat An –Nisaa’ Ayat 1: Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan istrinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.
Al-Qur'an Surat An –Nisaa’ Ayat 2: Dan berikanlah kepada anak-anak yatim (yang sudah balig) harta mereka, jangan kamu menukar yang baik dengan yang buruk dan jangan kamu makan harta mereka bersama hartamu. Sesungguhnya tindakan-tindakan (menukar dan memakan) itu, adalah dosa yang besar.
Al-Qur'an Surat An –Nisaa’ Ayat 3: Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.
Al-Qur'an Surat An –Nisaa’ Ayat 4: Berikanlah maskawin (mahar) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan. Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari maskawin itu dengan senang hati, maka makanlah (ambillah) pemberian itu (sebagai makanan) yang sedap lagi baik akibatnya.
Al-Qur'an Surat An –Nisaa’ Ayat 5: Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya, harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan. Berilah mereka belanja dan pakaian (dari hasil harta itu) dan ucapkanlah kepada mereka kata-kata yang baik.
Al-Qur'an Surat An –Nisaa’ Ayat 1: Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan istrinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.
Al-Qur'an Surat An –Nisaa’ Ayat 2: Dan berikanlah kepada anak-anak yatim (yang sudah balig) harta mereka, jangan kamu menukar yang baik dengan yang buruk dan jangan kamu makan harta mereka bersama hartamu. Sesungguhnya tindakan-tindakan (menukar dan memakan) itu, adalah dosa yang besar.
Al-Qur'an Surat An –Nisaa’ Ayat 3: Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.
Al-Qur'an Surat An –Nisaa’ Ayat 4: Berikanlah maskawin (mahar) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan. Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari maskawin itu dengan senang hati, maka makanlah (ambillah) pemberian itu (sebagai makanan) yang sedap lagi baik akibatnya.
Al-Qur'an Surat An –Nisaa’ Ayat 5: Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya, harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan. Berilah mereka belanja dan pakaian (dari hasil harta itu) dan ucapkanlah kepada mereka kata-kata yang baik.
FIRMAN PERSAUDARAAN
Ku Baca Firman Persaudaraan.
Ketika kubaca firmanNya, ''Sungguh tiap mukmin bersaudara''
aku merasa, kadang ukhwah tak perlu dirisaukan
tak perlu, kerana ia hanyalah akibat dari iman
Aku ingat pertemuan pertama kita, Akhi sayang
dalam dua detik, dua detik saja
aku telah merasakan perkenalan, bahkan kesepakatan
itulah ruh-ruh kita yang saling sapa, berpeluk mesra
meski lisan belum saling sebut nama, dan tangan belum berjabat
Ya, kubaca lagi firmanNya, '' Sungguh tiap mukmin bersaudara ''
aku makin tahu, persaudaraan tak perlu dirisaukan
Kerana saat ikatan melemah, saat keakraban kita merapuh
saat salam terasa menyakitkan, saat kebersamaan terasa siksaan
saat pemberian bagai bara api, saat kebaikan justru melukai
aku tahu, yang rombeng bukan ukhwah kita
hanya iman-iman kita yang sedang sakit, atau mengerdil
mungkin dua-duanya, mungkin kau saja
tentu terlebih sering, imankulah yang compang camping
kubaca firman persaudaraan Akhi sayang
dan aku makin tahu, mengapa di kala lain diancamkan,
'' Para kekasih pada hari itu, sebahagian menjadi musuh sebahagian yang lain.. kecuali orang-orang bertakwa ''
- Salim A.Fillah
Menteri Tukri, Erdogan and isteri melawat Arakan, tempat etnik Rohinga, Muslim.
Assalamualaikum,
Sedikit perkongsian rasa dan simpati kepada saudara seagama Islam. sedih melihat penderitaan mereka, dimana mereka adalah etnik minoriti yang beragama Islam berbanding yang majoriti adalah beragama Buddha di Burma. Doakan kesejahteraan mereka. link video seperti berikut:
WE ARE MUSLIMS WE ARE ONE
Muslim for Muslim. Not any Human Right. Even no United Nation.
Turkey Foreign Minister Ahmet Davutoglu visited Sittwe, the capital of Arakan State, on Friday morning to assess the needs of those displaced by communal violence between Arakanese Buddhists and Rohingya Muslims.
The Justice and Development Party member toured temporary shelters where victims have taken refuge and also helped distribute aid to those affected by the sectarian strife, according to residents in Sittwe.
Before flying to Arakan State, Davutoglu met with Burmese President Thein Sein in Naypyidaw on Thursday. He also met several government officials including Immigration Minister Khin Yi, Minister for Border Affairs Lt-Gen Thein Htay and his Burmese counterpart Foreign Minister Wunna Maung Lwin.
During his meeting with Thein Sein, the 53-year-old parliamentarian said that his country sees the unrest in Arakan State as a humanitarian situation in which both Muslim and Buddhist communities must be provided with aid, according to state-run newspaper The New Light of Myanmar.
"The Rakhine [Arakan] issue should not tarnish the positive image of Myanmar. The misunderstanding of Organization of Islamic Cooperation [OIC] countries could be prevented by allowing international assistance," Davutoglu was quoted as saying.
An OIC meeting is due to be held in Saudi Arabia next week and Davutoglu said he would attempt to explain the Arakan situation and what he witnessed in Burma and would also encourage the group secretary to visit the country. Turkey has donated US $50 million for affected families in Arakan State.
Due to communal violence in western Burma which first flared at the start of June, at least 77 people have been killed while more than 90,000 have been displaced.
Thein Sein told Davutoglu that he was disheartened by the fickle nature of the media with pictures of alleged genocide spreading through the internet which actually show unrelated incidents in faraway countries.
"Rakhine issues have nothing to do with religion or race," Thein Sein told the state media. "The cause of the unrest is unlawful acts. It was ignited by the brutal murder of a girl. There was then revenge between the groups which later caused a lot of suffering."
The recent bloodshed in Arakan State began with the rape and murder of a Buddhist Arakanese girl in late May, allegedly by three Rohingya Muslims. In response, a Buddhist mob killed 10 Muslims on a bus on June 3, leading to intense violence between the two groups.
Clashes escalated in Maungdaw Township in Arakan State on June 8 when a mob of 1,000 Muslims went on a rampage and had to be restrained by armed Burmese troops. A curfew and state of emergency were subsequently introduced.
Davutoglu also advised that sectarian propaganda could be minimized by allowing independent international organizations access to report from the ground, according to the government newspaper. He also invited Thein Sein to visit Turkey in the near future.
During his trip to Burma, Davutoglu was accompanied by his wife Sare Davutoglu as well as the Turkish Prime Minister's wife Emine Erdogan and met with Thein Sein's wife Khin Khin Win in Naypyidaw on Thursday. Burma and Turkey first established diplomatic relations in 1958.
As communal unrest in Arakan State draws international attention, several Muslim countries have condemned Burma's attempts to quell the violence with state security forces accused of "ethnic cleansing" against Rohingyas.
The OIC wrote to Thein Sein this week to urge him to address the plight of the Rohingya minority and called on the government to end all oppression of Muslims. Davutoglu, however, said that transparency and the possible visit of the OIC secretary to Burma could help end misunderstandings with Islamic countries.
Muslim for Muslim. Not any Human Right. Even no United Nation.
Turkey Foreign Minister Ahmet Davutoglu visited Sittwe, the capital of Arakan State, on Friday morning to assess the needs of those displaced by communal violence between Arakanese Buddhists and Rohingya Muslims.
The Justice and Development Party member toured temporary shelters where victims have taken refuge and also helped distribute aid to those affected by the sectarian strife, according to residents in Sittwe.
Before flying to Arakan State, Davutoglu met with Burmese President Thein Sein in Naypyidaw on Thursday. He also met several government officials including Immigration Minister Khin Yi, Minister for Border Affairs Lt-Gen Thein Htay and his Burmese counterpart Foreign Minister Wunna Maung Lwin.
During his meeting with Thein Sein, the 53-year-old parliamentarian said that his country sees the unrest in Arakan State as a humanitarian situation in which both Muslim and Buddhist communities must be provided with aid, according to state-run newspaper The New Light of Myanmar.
"The Rakhine [Arakan] issue should not tarnish the positive image of Myanmar. The misunderstanding of Organization of Islamic Cooperation [OIC] countries could be prevented by allowing international assistance," Davutoglu was quoted as saying.
An OIC meeting is due to be held in Saudi Arabia next week and Davutoglu said he would attempt to explain the Arakan situation and what he witnessed in Burma and would also encourage the group secretary to visit the country. Turkey has donated US $50 million for affected families in Arakan State.
Due to communal violence in western Burma which first flared at the start of June, at least 77 people have been killed while more than 90,000 have been displaced.
Thein Sein told Davutoglu that he was disheartened by the fickle nature of the media with pictures of alleged genocide spreading through the internet which actually show unrelated incidents in faraway countries.
"Rakhine issues have nothing to do with religion or race," Thein Sein told the state media. "The cause of the unrest is unlawful acts. It was ignited by the brutal murder of a girl. There was then revenge between the groups which later caused a lot of suffering."
The recent bloodshed in Arakan State began with the rape and murder of a Buddhist Arakanese girl in late May, allegedly by three Rohingya Muslims. In response, a Buddhist mob killed 10 Muslims on a bus on June 3, leading to intense violence between the two groups.
Clashes escalated in Maungdaw Township in Arakan State on June 8 when a mob of 1,000 Muslims went on a rampage and had to be restrained by armed Burmese troops. A curfew and state of emergency were subsequently introduced.
Davutoglu also advised that sectarian propaganda could be minimized by allowing independent international organizations access to report from the ground, according to the government newspaper. He also invited Thein Sein to visit Turkey in the near future.
During his trip to Burma, Davutoglu was accompanied by his wife Sare Davutoglu as well as the Turkish Prime Minister's wife Emine Erdogan and met with Thein Sein's wife Khin Khin Win in Naypyidaw on Thursday. Burma and Turkey first established diplomatic relations in 1958.
As communal unrest in Arakan State draws international attention, several Muslim countries have condemned Burma's attempts to quell the violence with state security forces accused of "ethnic cleansing" against Rohingyas.
The OIC wrote to Thein Sein this week to urge him to address the plight of the Rohingya minority and called on the government to end all oppression of Muslims. Davutoglu, however, said that transparency and the possible visit of the OIC secretary to Burma could help end misunderstandings with Islamic countries.
Kamis, 09 Agustus 2012
Al-Qur'an surat Al Imran Ayat 189-200
Terjemahan Al-Qur'an surat Al Imran Ayat 189 sampai dengan Al-Qur'an surat Al Imran Ayat 200, sebagai berikut:
Al-Qur'an surat Al Imran Ayat 189: Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Al-Qur'an surat Al Imran Ayat 190: Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,
Al-Qur'an surat Al Imran Ayat 191: (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.
Al-Qur'an surat Al Imran Ayat 192: Ya Tuhan kami, sesungguhnya barang siapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sungguh telah Engkau hinakan ia, dan tidak ada bagi orang-orang yang lalim seorang penolongpun.
Al-Qur'an surat Al Imran Ayat 193: Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman (yaitu): "Berimanlah kamu kepada Tuhan-mu", maka kami pun beriman. Ya Tuhan kami ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang berbakti.
Al-Qur'an surat Al Imran Ayat 194: Ya Tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantaraan rasul-rasul Engkau. Dan janganlah Engkau hinakan kami di hari kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji."
Al-Qur'an surat Al Imran Ayat 195: Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman), "Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki atau perempuan, (karena) sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yang lain. Maka orang-orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang dan yang dibunuh, pastilah akan Ku-hapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan pastilah Aku masukkan mereka ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya sebagai pahala di sisi Allah. Dan Allah pada sisi-Nya pahala yang baik."
Al-Qur'an surat Al Imran Ayat 196: Janganlah sekali-kali kamu terperdaya oleh kebebasan orang-orang kafir bergerak di dalam negeri.
Al-Qur'an surat Al Imran Ayat 197: Itu hanyalah kesenangan sementara, kemudian tempat tinggal mereka ialah Jahanam; dan Jahanam itu adalah tempat yang seburuk-buruknya.
Al-Qur'an surat Al Imran Ayat 198: Akan tetapi orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan-nya bagi mereka surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, sedang mereka kekal di dalamnya sebagai tempat tinggal (anugerah) dari sisi Allah. Dan apa yang di sisi Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang berbakti.
Al-Qur'an surat Al Imran Ayat 199: Dan sesungguhnya di antara ahli kitab ada orang yang beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kamu dan yang diturunkan kepada mereka sedang mereka berendah hati kepada Allah dan mereka tidak menukarkan ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit. Mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan-nya. Sesungguhnya Allah amat cepat perhitungan-Nya.
Al-Qur'an surat Al Imran Ayat 200: Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung.
Al-Qur'an surat Al Imran Ayat 189: Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Al-Qur'an surat Al Imran Ayat 190: Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,
Al-Qur'an surat Al Imran Ayat 191: (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.
Al-Qur'an surat Al Imran Ayat 192: Ya Tuhan kami, sesungguhnya barang siapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sungguh telah Engkau hinakan ia, dan tidak ada bagi orang-orang yang lalim seorang penolongpun.
Al-Qur'an surat Al Imran Ayat 193: Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman (yaitu): "Berimanlah kamu kepada Tuhan-mu", maka kami pun beriman. Ya Tuhan kami ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang berbakti.
Al-Qur'an surat Al Imran Ayat 194: Ya Tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantaraan rasul-rasul Engkau. Dan janganlah Engkau hinakan kami di hari kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji."
Al-Qur'an surat Al Imran Ayat 195: Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman), "Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki atau perempuan, (karena) sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yang lain. Maka orang-orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang dan yang dibunuh, pastilah akan Ku-hapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan pastilah Aku masukkan mereka ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya sebagai pahala di sisi Allah. Dan Allah pada sisi-Nya pahala yang baik."
Al-Qur'an surat Al Imran Ayat 196: Janganlah sekali-kali kamu terperdaya oleh kebebasan orang-orang kafir bergerak di dalam negeri.
Al-Qur'an surat Al Imran Ayat 197: Itu hanyalah kesenangan sementara, kemudian tempat tinggal mereka ialah Jahanam; dan Jahanam itu adalah tempat yang seburuk-buruknya.
Al-Qur'an surat Al Imran Ayat 198: Akan tetapi orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan-nya bagi mereka surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, sedang mereka kekal di dalamnya sebagai tempat tinggal (anugerah) dari sisi Allah. Dan apa yang di sisi Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang berbakti.
Al-Qur'an surat Al Imran Ayat 199: Dan sesungguhnya di antara ahli kitab ada orang yang beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kamu dan yang diturunkan kepada mereka sedang mereka berendah hati kepada Allah dan mereka tidak menukarkan ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit. Mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan-nya. Sesungguhnya Allah amat cepat perhitungan-Nya.
Al-Qur'an surat Al Imran Ayat 200: Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung.
Rabu, 08 Agustus 2012
Al-Qur'an surat Al-Imran Ayat 183-188
Terjemahan Al-Qur'an surat Al-Imran Ayat 183 sampai dengan Al-Qur'an surat Al-Imran Ayat 188, sebagai berikut:
Al-Qur'an surat Al-Imran Ayat 183: (Yaitu) orang-orang (Yahudi) yang mengatakan: "Sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada kami, supaya kami jangan beriman kepada seseorang rasul, sebelum dia mendatangkan kepada kami kurban yang dimakan api." Katakanlah: "Sesungguhnya telah datang kepada kamu beberapa orang rasul sebelumku, membawa keterangan-keterangan yang nyata dan membawa apa yang kamu sebutkan, maka mengapa kamu membunuh mereka jika kamu orang-orang yang benar.
Al-Qur'an surat Al-Imran Ayat 184: Jika mereka mendustakan kamu, maka sesungguhnya rasul-rasul sebelum kamu pun telah didustakan (pula), mereka membawa mukjizat-mukjizat yang nyata, Zabur dan kitab yang memberi penjelasan yang sempurna.
Al-Qur'an surat Al-Imran Ayat 185: Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.
Al-Qur'an surat Al-Imran Ayat 186: Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu. Dan (juga) kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberi Kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan.
Al-Qur'an surat Al-Imran Ayat 187: Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil janji dari orang-orang yang telah diberi kitab (yaitu): "Hendaklah kamu menerangkan isi kitab itu kepada manusia, dan jangan kamu menyembunyikannya." Lalu mereka melemparkan janji itu ke belakang punggung mereka dan mereka menukarnya dengan harga yang sedikit. Amatlah buruk tukaran yang mereka terima.
Al-Qur'an surat Al-Imran Ayat 188: Janganlah sekali-kali kamu menyangka bahwa orang-orang yang gembira dengan apa yang telah mereka kerjakan dan mereka suka supaya dipuji terhadap perbuatan yang belum mereka kerjakan janganlah kamu menyangka bahwa mereka terlepas dari siksa, dan bagi mereka siksa yang pedih.
Al-Qur'an surat Al-Imran Ayat 183: (Yaitu) orang-orang (Yahudi) yang mengatakan: "Sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada kami, supaya kami jangan beriman kepada seseorang rasul, sebelum dia mendatangkan kepada kami kurban yang dimakan api." Katakanlah: "Sesungguhnya telah datang kepada kamu beberapa orang rasul sebelumku, membawa keterangan-keterangan yang nyata dan membawa apa yang kamu sebutkan, maka mengapa kamu membunuh mereka jika kamu orang-orang yang benar.
Al-Qur'an surat Al-Imran Ayat 184: Jika mereka mendustakan kamu, maka sesungguhnya rasul-rasul sebelum kamu pun telah didustakan (pula), mereka membawa mukjizat-mukjizat yang nyata, Zabur dan kitab yang memberi penjelasan yang sempurna.
Al-Qur'an surat Al-Imran Ayat 185: Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.
Al-Qur'an surat Al-Imran Ayat 186: Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu. Dan (juga) kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberi Kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan.
Al-Qur'an surat Al-Imran Ayat 187: Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil janji dari orang-orang yang telah diberi kitab (yaitu): "Hendaklah kamu menerangkan isi kitab itu kepada manusia, dan jangan kamu menyembunyikannya." Lalu mereka melemparkan janji itu ke belakang punggung mereka dan mereka menukarnya dengan harga yang sedikit. Amatlah buruk tukaran yang mereka terima.
Al-Qur'an surat Al-Imran Ayat 188: Janganlah sekali-kali kamu menyangka bahwa orang-orang yang gembira dengan apa yang telah mereka kerjakan dan mereka suka supaya dipuji terhadap perbuatan yang belum mereka kerjakan janganlah kamu menyangka bahwa mereka terlepas dari siksa, dan bagi mereka siksa yang pedih.
Selasa, 07 Agustus 2012
Al-Qur'an surat Al-Imran ayat 177-182
Terjemahan Al-Qur'an surat Al-Imran ayat 177 sampai dengan Al-Qur'an surat Al-Imran ayat 182, sebagai berikut:
Al-Qur'an surat Al-Imran 177: Sesungguhnya orang-orang yang menukar iman dengan kekafiran, sekali-kali mereka tidak akan dapat memberi mudarat kepada Allah sedikit pun; dan bagi mereka azab yang pedih.
Al-Qur'an surat Al-Imran 178: Dan janganlah sekali-kali orang-orang kafir menyangka bahwa pemberian tangguh Kami kepada mereka adalah lebih baik bagi mereka. Sesungguhnya Kami memberi tangguh kepada mereka hanyalah supaya bertambah-tambah dosa mereka; dan bagi mereka azab yang menghinakan.
Al-Qur'an surat Al-Imran 179: Allah sekali-kali tidak akan membiarkan orang-orang yang beriman dalam keadaan kamu sekarang ini, sehingga Dia menyisihkan yang buruk (munafik) dari yang baik (mukmin). Dan Allah sekali-kali tidak akan memperlihatkan kepada kamu hal-hal yang gaib, akan tetapi Allah memilih siapa yang dikehendaki-Nya di antara rasul-rasul-Nya. Karena itu berimanlah kepada Allah dan rasul-rasul-Nya; dan jika kamu beriman dan bertakwa, maka bagimu pahala yang besar.
Al-Qur'an surat Al-Imran 180: Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Al-Qur'an surat Al-Imran 181: Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan orang-orang yang mengatakan: "Sesungguhnya Allah miskin dan kami kaya". Kami akan mencatat perkataan mereka itu dan perbuatan mereka membunuh nabi-nabi tanpa alasan yang benar, dan Kami akan mengatakan (kepada mereka): "Rasakanlah olehmu azab yang membakar."
Al-Qur'an surat Al-Imran 182: (Azab) yang demikian itu adalah disebabkan perbuatan tanganmu sendiri, dan bahwasanya Allah sekali-kali tidak menganiaya hamba-hamba-Nya.
Al-Qur'an surat Al-Imran 177: Sesungguhnya orang-orang yang menukar iman dengan kekafiran, sekali-kali mereka tidak akan dapat memberi mudarat kepada Allah sedikit pun; dan bagi mereka azab yang pedih.
Al-Qur'an surat Al-Imran 178: Dan janganlah sekali-kali orang-orang kafir menyangka bahwa pemberian tangguh Kami kepada mereka adalah lebih baik bagi mereka. Sesungguhnya Kami memberi tangguh kepada mereka hanyalah supaya bertambah-tambah dosa mereka; dan bagi mereka azab yang menghinakan.
Al-Qur'an surat Al-Imran 179: Allah sekali-kali tidak akan membiarkan orang-orang yang beriman dalam keadaan kamu sekarang ini, sehingga Dia menyisihkan yang buruk (munafik) dari yang baik (mukmin). Dan Allah sekali-kali tidak akan memperlihatkan kepada kamu hal-hal yang gaib, akan tetapi Allah memilih siapa yang dikehendaki-Nya di antara rasul-rasul-Nya. Karena itu berimanlah kepada Allah dan rasul-rasul-Nya; dan jika kamu beriman dan bertakwa, maka bagimu pahala yang besar.
Al-Qur'an surat Al-Imran 180: Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Al-Qur'an surat Al-Imran 181: Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan orang-orang yang mengatakan: "Sesungguhnya Allah miskin dan kami kaya". Kami akan mencatat perkataan mereka itu dan perbuatan mereka membunuh nabi-nabi tanpa alasan yang benar, dan Kami akan mengatakan (kepada mereka): "Rasakanlah olehmu azab yang membakar."
Al-Qur'an surat Al-Imran 182: (Azab) yang demikian itu adalah disebabkan perbuatan tanganmu sendiri, dan bahwasanya Allah sekali-kali tidak menganiaya hamba-hamba-Nya.
Senin, 06 Agustus 2012
Al-Qur'an Surat Al-Imran Ayat 169-176
Terjemahan Al-Qur'an Surat Al-Imran Ayat 169 sampai dengan Al-Qur'an Surat Al-Imran Ayat 176, sebagai berikut:
Al-Qur'an Surat Al-Imran Ayat 169: Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezki.
Al-Qur'an Surat Al-Imran Ayat 170: mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka, bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
Al-Qur'an Surat Al-Imran Ayat 171: Mereka bergirang hati dengan nikmat dan karunia yang besar dari Allah, dan bahwa Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman.
Al-Qur'an Surat Al-Imran Ayat 172: (Yaitu) orang-orang yang menaati perintah Allah dan Rasul-Nya sesudah mereka mendapat luka (dalam peperangan Uhud). Bagi orang-orang yang berbuat kebaikan di antara mereka dan yang bertakwa ada pahala yang besar.
Al-Qur'an Surat Al-Imran Ayat 173: (Yaitu) orang-orang (yang menaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: "Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka", maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: "Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung."
Al-Qur'an Surat Al-Imran Ayat 174: Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia (yang besar) dari Allah, mereka tidak mendapat bencana apa-apa, mereka mengikuti keridaan Allah. Dan Allah mempunyai karunia yang besar
Al-Qur'an Surat Al-Imran Ayat 175: Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah setan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang musyrik Quraisy), karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu benar-benar orang yang beriman.
Al-Qur'an Surat Al-Imran Ayat 176: Janganlah kamu disedihkan oleh orang-orang yang segera menjadi kafir; sesungguhnya mereka tidak sekali-kali dapat memberi mudarat kepada Allah sedikit pun. Allah berkehendak tidak akan memberi sesuatu bahagian (dari pahala) kepada mereka di hari akhirat, dan bagi mereka azab yang besar.
Al-Qur'an Surat Al-Imran Ayat 169: Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezki.
Al-Qur'an Surat Al-Imran Ayat 170: mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka, bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
Al-Qur'an Surat Al-Imran Ayat 171: Mereka bergirang hati dengan nikmat dan karunia yang besar dari Allah, dan bahwa Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman.
Al-Qur'an Surat Al-Imran Ayat 172: (Yaitu) orang-orang yang menaati perintah Allah dan Rasul-Nya sesudah mereka mendapat luka (dalam peperangan Uhud). Bagi orang-orang yang berbuat kebaikan di antara mereka dan yang bertakwa ada pahala yang besar.
Al-Qur'an Surat Al-Imran Ayat 173: (Yaitu) orang-orang (yang menaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: "Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka", maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: "Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung."
Al-Qur'an Surat Al-Imran Ayat 174: Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia (yang besar) dari Allah, mereka tidak mendapat bencana apa-apa, mereka mengikuti keridaan Allah. Dan Allah mempunyai karunia yang besar
Al-Qur'an Surat Al-Imran Ayat 175: Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah setan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang musyrik Quraisy), karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu benar-benar orang yang beriman.
Al-Qur'an Surat Al-Imran Ayat 176: Janganlah kamu disedihkan oleh orang-orang yang segera menjadi kafir; sesungguhnya mereka tidak sekali-kali dapat memberi mudarat kepada Allah sedikit pun. Allah berkehendak tidak akan memberi sesuatu bahagian (dari pahala) kepada mereka di hari akhirat, dan bagi mereka azab yang besar.
Jumat, 03 Agustus 2012
Ramadhan Bulan Berkat - Hijjaz
Bulan Ramadhan bulan yang berkat
Bulan rahmat dan bulan utama
Pahala digandakan, doa diterima
Bulan Lailatul Qadar yang istimewa
Isilah bulan ini, banyakkan amalan
Beribadah malam, siang berpuasa
Banyakkanlah sedekah jgn dikira
Moga ia menjadi penebus dosa
Membaca Al-Quran jgn dilupakan
Zikir dan Tasbih elok disertakan
Meriahkan Ramadhan dengan bermacam cara
Agar Ramadhan tidak sia-sia
Hindarkanlah dosa di setiap anggota
Kalau boleh dosa hati jua
Kerna dosa itu merosakkan pahala
Agar kita tidak mensiakan Ramadhan
Isilah Ramadhan dgn sebaiknya
Kerna ia datang setahun sekali
Tahun hadapan belum tentu jumpa
Kerna kita mati bila-bila masa
Rabu, 01 Agustus 2012
Al-Qur'an Surat Al-Imran Ayat 160-168
Terjemahan Al-Qur'an Surat Al-Imran Ayat 160 sampai dengan Al-Qur'an Surat Al-Imran Ayat 160, sebagai berikut:
Al-Qur'an Surat Al-Imran Ayat 160: Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu; jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakal.
Al-Qur'an Surat Al-Imran Ayat 161: Tidak mungkin seorang nabi berkhianat dalam urusan harta rampasan perang. Barang siapa yang berkhianat dalam urusan rampasan perang itu, maka pada hari kiamat ia akan datang membawa apa yang dikhianatkannya itu; kemudian tiap-tiap diri akan diberi pembalasan tentang apa yang ia kerjakan dengan (pembalasan) setimpal, sedang mereka tidak dianiaya.
Al-Qur'an Surat Al-Imran Ayat 162: Apakah orang yang mengikuti keridaan Allah sama dengan orang yang kembali membawa kemurkaan (yang besar) dari Allah dan tempatnya adalah Jahanam? Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.
Al-Qur'an Surat Al-Imran Ayat 163: (Kedudukan) mereka itu bertingkat-tingkat di sisi Allah, dan Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.
Al-Qur'an Surat Al-Imran Ayat 164: Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus di antara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab dan Al Hikmah. Dan sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata.
Al-Qur'an Surat Al-Imran Ayat 165: Dan mengapa ketika kamu ditimpa musibah (pada peperangan Uhud), padahal kamu telah menimpakan kekalahan dua kali lipat kepada musuh-musuhmu (pada peperangan Badar) kamu berkata: "Dari mana datangnya (kekalahan) ini?" Katakanlah: "Itu dari (kesalahan) dirimu sendiri". Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Al-Qur'an Surat Al-Imran Ayat 166: Dan apa yang menimpa kamu pada hari bertemunya dua pasukan, maka (kekalahan) itu adalah dengan izin (takdir) Allah, dan agar Allah mengetahui siapa orang-orang yang beriman.
Al-Qur'an Surat Al-Imran Ayat 167: dan supaya Allah mengetahui siapa orang-orang yang munafik. Kepada mereka dikatakan: "Marilah berperang di jalan Allah atau pertahankanlah (dirimu)". Mereka berkata: "Sekiranya kami mengetahui akan terjadi peperangan, tentulah kami mengikuti kamu". Mereka pada hari itu lebih dekat kepada kekafiran daripada keimanan. Mereka mengatakan dengan mulutnya apa yang tidak terkandung dalam hatinya. Dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan.
Al-Qur'an Surat Al-Imran Ayat 168: Orang-orang yang mengatakan kepada saudara-saudaranya dan mereka tidak turut pergi berperang: "Sekiranya mereka mengikuti kita, tentulah mereka tidak terbunuh". Katakanlah: "Tolaklah kematian itu dari dirimu, jika kamu orang-orang yang benar."
Al-Qur'an Surat Al-Imran Ayat 160: Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu; jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakal.
Al-Qur'an Surat Al-Imran Ayat 161: Tidak mungkin seorang nabi berkhianat dalam urusan harta rampasan perang. Barang siapa yang berkhianat dalam urusan rampasan perang itu, maka pada hari kiamat ia akan datang membawa apa yang dikhianatkannya itu; kemudian tiap-tiap diri akan diberi pembalasan tentang apa yang ia kerjakan dengan (pembalasan) setimpal, sedang mereka tidak dianiaya.
Al-Qur'an Surat Al-Imran Ayat 162: Apakah orang yang mengikuti keridaan Allah sama dengan orang yang kembali membawa kemurkaan (yang besar) dari Allah dan tempatnya adalah Jahanam? Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.
Al-Qur'an Surat Al-Imran Ayat 163: (Kedudukan) mereka itu bertingkat-tingkat di sisi Allah, dan Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.
Al-Qur'an Surat Al-Imran Ayat 164: Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus di antara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab dan Al Hikmah. Dan sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata.
Al-Qur'an Surat Al-Imran Ayat 165: Dan mengapa ketika kamu ditimpa musibah (pada peperangan Uhud), padahal kamu telah menimpakan kekalahan dua kali lipat kepada musuh-musuhmu (pada peperangan Badar) kamu berkata: "Dari mana datangnya (kekalahan) ini?" Katakanlah: "Itu dari (kesalahan) dirimu sendiri". Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Al-Qur'an Surat Al-Imran Ayat 166: Dan apa yang menimpa kamu pada hari bertemunya dua pasukan, maka (kekalahan) itu adalah dengan izin (takdir) Allah, dan agar Allah mengetahui siapa orang-orang yang beriman.
Al-Qur'an Surat Al-Imran Ayat 167: dan supaya Allah mengetahui siapa orang-orang yang munafik. Kepada mereka dikatakan: "Marilah berperang di jalan Allah atau pertahankanlah (dirimu)". Mereka berkata: "Sekiranya kami mengetahui akan terjadi peperangan, tentulah kami mengikuti kamu". Mereka pada hari itu lebih dekat kepada kekafiran daripada keimanan. Mereka mengatakan dengan mulutnya apa yang tidak terkandung dalam hatinya. Dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan.
Al-Qur'an Surat Al-Imran Ayat 168: Orang-orang yang mengatakan kepada saudara-saudaranya dan mereka tidak turut pergi berperang: "Sekiranya mereka mengikuti kita, tentulah mereka tidak terbunuh". Katakanlah: "Tolaklah kematian itu dari dirimu, jika kamu orang-orang yang benar."
Langganan:
Komentar (Atom)

