Rabu, 27 Juni 2012

Al-Qur'an Surat al-Baqarah Ayat 261-274

Terjemahan Al-Qur'an Surat  Al-Baqarah Ayat 261 sampai dengan Surat  Al-Baqarah Ayat 274, sebagai berikut: Surat  Al-Baqarah Ayat 261: Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.


Surat  Al-Baqarah Ayat  262: Orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan si penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

Surat  Al-Baqarah Ayat  263: Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun.

Surat  Al-Baqarah Ayat 264: Hai orang-orang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena ria kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatu pun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.


Surat  Al-Baqarah Ayat 265: Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis (pun memadai). Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat.

Surat  Al-Baqarah Ayat 266: Apakah ada salah seorang di antaramu yang ingin mempunyai kebun kurma dan anggur yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dia mempunyai dalam kebun itu segala macam buah-buahan, kemudian datanglah masa tua pada orang itu sedang dia mempunyai keturunan yang masih kecil-kecil. Maka kebun itu ditiup angin keras yang mengandung api, lalu terbakarlah. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada kamu supaya kamu memikirkannya

Surat  Al-Baqarah Ayat 267: Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.

Surat  Al-Baqarah Ayat 268: Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.

Surat  Al-Baqarah Ayat 269: Allah menganugrahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Qur'an dan As Sunah) kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barang siapa yang dianugrahi al hikmah itu, ia benar-benar telah dianugrahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah).

Surat  Al-Baqarah Ayat 270: Apa saja yang kamu nafkahkan atau apa saja yang kamu nazarkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya. Orang-orang yang berbuat lalim tidak ada seorang penolong pun baginya.

Surat  Al-Baqarah Ayat 271: Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Surat  Al-Baqarah Ayat 272: Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk (memberi taufik) siapa yang dikehendaki-Nya. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka pahalanya itu untuk kamu sendiri. Dan janganlah kamu membelanjakan sesuatu melainkan karena mencari keridaan Allah. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan, niscaya kamu akan diberi pahalanya dengan cukup sedang kamu sedikit pun tidak akan dianiaya (dirugikan).

Surat  Al-Baqarah Ayat 273: (Berinfaklah) kepada orang-orang fakir yang terikat (oleh jihad) di jalan Allah; mereka tidak dapat (berusaha) di muka bumi; orang yang tidak tahu menyangka mereka orang kaya karena memelihara diri dari minta-minta. Kamu kenal mereka dengan melihat sifat-sifatnya, mereka tidak meminta kepada orang secara mendesak. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui.

Surat  Al-Baqarah Ayat 274: Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

Al-Qur'an Surat Al-Baqarah Ayat 258 - 260

Terjemahan Al-Qur'an Surat Al-Baqarah Ayat 258 sampai dengan Surat Al-Baqarah Ayat 260, sebagai berikut: Surat Al-Baqarah Ayat 258: Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang mendebat Ibrahim tentang Tuhannya (Allah) karena Allah telah memberikan kepada orang itu pemerintahan (kekuasaan). Ketika Ibrahim mengatakan: "Tuhanku ialah Yang menghidupkan dan mematikan," orang itu berkata: "Saya dapat menghidupkan dan mematikan". Ibrahim berkata: "Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah dia dari barat," lalu heran terdiamlah orang kafir itu; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang lalim.


Surat Al-Baqarah Ayat 259: Atau apakah (kamu tidak memperhatikan) orang yang melalui suatu negeri yang (temboknya) telah roboh menutupi atapnya. Dia berkata: "Bagaimana Allah menghidupkan kembali negeri ini setelah hancur?" Maka Allah mematikan orang itu seratus tahun, kemudian menghidupkannya kembali. Allah bertanya: "Berapa lama kamu tinggal di sini?" Ia menjawab: "Saya telah tinggal di sini sehari atau setengah hari". Allah berfirman: "Sebenarnya kamu telah tinggal di sini seratus tahun lamanya; lihatlah kepada makanan dan minumanmu yang belum lagi berobah; dan lihatlah kepada keledai kamu (yang telah menjadi tulang belulang); Kami akan menjadikan kamu tanda kekuasaan Kami bagi manusia; dan lihatlah kepada tulang belulang keledai itu, kemudian Kami menyusunnya kembali, kemudian Kami membalutnya dengan daging". Maka tatkala telah nyata kepadanya (bagaimana Allah menghidupkan yang telah mati) dia pun berkata: "Saya yakin bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu".

Surat Al-Baqarah Ayat 260: Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata: "Ya Tuhanku, perlihatkanlah padaku bagaimana Engkau menghidupkan orang mati". Allah berfirman: "Belum yakinkah kamu?". Ibrahim menjawab: "Aku telah meyakininya, akan tetapi agar hatiku tetap mantap (dengan imanku)". Allah berfirman: "(Kalau demikian) ambillah empat ekor burung, lalu cingcanglah semuanya olehmu. (Allah berfirman): "Lalu letakkan di atas tiap-tiap satu bukit satu bagian dari bagian-bagian itu, kemudian panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera". Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Al-Qur'an Surat Al-Baqarah Ayat 253-257

Terjemahan Al-Qur'an Surat Al-Baqarah Ayat 253 samapai dengan Surat Al-Baqarah Ayat 257, sebagai berikut: Surat Al-Baqarah Ayat 253: Rasul-rasul itu Kami lebihkan sebagian mereka atas sebagian yang lain. Di antara mereka ada yang Allah berkata-kata (langsung dengan dia) dan sebagiannya Allah meninggikannya beberapa derajat. Dan Kami berikan kepada Isa putera Maryam beberapa mukjizat serta Kami perkuat dia dengan Ruhul Qudus. Dan kalau Allah menghendaki, niscaya tidaklah berbunuh-bunuhan orang-orang (yang datang) sesudah rasul-rasul itu, sesudah datang kepada mereka beberapa macam keterangan, akan tetapi mereka berselisih, maka ada di antara mereka yang beriman dan ada (pula) di antara mereka yang kafir. Seandainya Allah menghendaki, tidaklah mereka berbunuh-bunuhan. Akan tetapi Allah berbuat apa yang dikehendaki-Nya.

Surat Al-Baqarah Ayat 254:  Hai orang-orang yang beriman, belanjakanlah (di jalan Allah) sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi persahabatan yang akrab dan tidak ada lagi syafa`at. Dan orang-orang kafir itulah orang-orang yang lalim.

Surat Al-Baqarah Ayat 255:  Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

Surat Al-Baqarah Ayat 256: Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barang siapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Surat Al-Baqarah Ayat 257: Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah setan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.

Selasa, 26 Juni 2012

KEINSAFAN DIRI - FURSAN




Disaat yang sepi ini
Ku duduk seorang diri
Memohon keampunan dari ilahi

Bak lautan bergelombang
Siang malam pagi juga petang
Mengharapkan ketenangan
Dari tuhan yang esa

Betapa rimbunnya dosaku
Semua terlakar dilembah usiaku
Salah dan silap dimasa yang lalu
Kini ku sesali

Ku tidak layak kesyurgamu
Namun tak sanggup ke nerakamu
Kutunduk sujud merendah diri
Kembali padamu

Ku tetap setia
Padamu oh tuhanku
Akan ku patuhi segala
Suruhanmu

Akan ku jauhi
Segala laranganmu
Itulah tanda cinta
Cinta ilahi

Minggu, 24 Juni 2012

Al-Qur'an Surat Al-Baqarah ayat 246-252

Terjemahan Al-Qur'an Surat Al-Baqarah Ayat 246 sampai dengan Surat Al-Baqarah Ayat 252, sebagai berikut: Surat Al-Baqarah Ayat 246: Apakah kamu tidak memperhatikan pemuka-pemuka Bani Israel sesudah Nabi Musa, yaitu ketika mereka berkata kepada seorang Nabi mereka: "Angkatlah untuk kami seorang raja supaya kami berperang (di bawah pimpinannya) di jalan Allah". Nabi mereka menjawab: "Mungkin sekali jika kamu nanti diwajibkan berperang, kamu tidak akan berperang." Mereka menjawab: "Mengapa kami tidak mau berperang di jalan Allah, padahal sesungguhnya kami telah diusir dari kampung halaman kami dan dari anak-anak kami?" Maka tatkala perang itu diwajibkan atas mereka, mereka pun berpaling, kecuali beberapa orang saja di antara mereka. Dan Allah Maha mengetahui orang-orang yang lalim.

Surat Al-Baqarah Ayat 247:  Nabi mereka mengatakan kepada mereka: "Sesungguhnya Allah telah mengangkat Thalut menjadi rajamu". Mereka menjawab: "Bagaimana Thalut memerintah kami, padahal kami lebih berhak mengendalikan pemerintahan daripadanya, sedang dia pun tidak diberi kekayaan yang banyak?" (Nabi mereka) berkata: "Sesungguhnya Allah telah memilihnya menjadi rajamu dan menganugerahinya ilmu yang luas dan tubuh yang perkasa." Allah memberikan pemerintahan kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Luas pemberian-Nya lagi Maha Mengetahui.

Surat Al-Baqarah Ayat 248: Dan Nabi mereka mengatakan kepada mereka: "Sesungguhnya tanda ia akan menjadi raja, ialah kembalinya tabut kepadamu, di dalamnya terdapat ketenangan dari Tuhanmu dan sisa dari peninggalan keluarga Musa dan keluarga Harun; tabut itu dibawa oleh Malaikat. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda bagimu, jika kamu orang yang beriman.


Surat Al-Baqarah Ayat 249:  Maka tatkala Thalut keluar membawa tentaranya, ia berkata: "Sesungguhnya Allah akan menguji kamu dengan suatu sungai. Maka siapa di antara kamu meminum airnya, bukanlah ia pengikutku. Dan barang siapa tiada meminumnya, kecuali menceduk seceduk tangan, maka ia adalah pengikutku." Kemudian mereka meminumnya kecuali beberapa orang di antara mereka. Maka tatkala Thalut dan orang-orang yang beriman bersama dia telah menyeberangi sungai itu, orang-orang yang telah minum berkata: "Tak ada kesanggupan kami pada hari ini untuk melawan Jalut dan tentaranya." Orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah berkata: "Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar."

Surat Al-Baqarah Ayat 250: Tatkala mereka nampak oleh Jalut dan tentaranya, mereka pun (Thalut dan tentaranya) berdo`a: "Ya Tuhan kami, tuangkanlah kesabaran atas diri kami, dan kokohkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir".

Surat Al-Baqarah Ayat 251: Mereka (tentara Thalut) mengalahkan tentara Jalut dengan izin Allah dan (dalam peperangan itu) Daud membunuh Jalut, kemudian Allah memberikan kepadanya (Daud) pemerintahan dan hikmah, (sesudah meninggalnya Thalut) dan mengajarkan kepadanya apa yang dikehendaki-Nya. Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebahagian manusia dengan sebahagian yang lain, pasti rusaklah bumi ini. Tetapi Allah mempunyai karunia (yang dicurahkan) atas semesta alam.

Surat Al-Baqarah Ayat 252: Itu adalah ayat-ayat Allah. Kami bacakan kepadamu dengan hak (benar) dan sesungguhnya kamu benar-benar salah seorang di antara nabi-nabi yang diutus.

SOLAT SUNAT HADIAH @ MUTLAK



Adalah sembahyang yang dilakukan sebanyak 2 rakaat sebagai sunat mutlak, pada malam yang pertama sesudah mayat dikebumikan.
Dibaca pada tiap-tiap rakaat sesudah membaca Al-Fatihah:

  •  Ayat Kursi - 1 kali.
  •  At-Takasur - 1 kali.
  • Al-Ikhlas - 11 kali.
Doa sesudah sembahyang sunat hadiah:
اَللَّهُمَّ اِنِّيْ صَلَّيْتُ هَذِهِ الصَّلاَةَ وَاَنْتَ تَعْلَمُ مَا اُرِيْدُ .
اَللَّهُمَّ ابْعَثْ ثَوَابَهَا اِلَى قَبْرِ فُلاَنِ بْنِ فُلاَنَةٍ

Ertinya: Ya Allah! Aku telah lakukan sembahyang ini, sedang Engkau Maha Mengetahui apa yang aku kehendaki. Ya Allah! Kirimkan pahalanya kepada kubur si Fulan bin Fulanah.

Tersebut dalam Hasyah atas Syarah Sittin Masalah Arrimli, bagi Ahmad Almihi Annu’mani, pada m/s 67:
عن كتاب المختاَرِ ومطالع الاَنوار عنِ النَّبِي صَلى اللهُ عليه وسلم

لا يأتى على الميِت اشد من الَيلَة الاولى فَارحموا موتاكم بالصدقةِ

فَمَن لم يجد فليصل ركعتينِ . يقرأ فى كل ركعة منهمَا فاتحة الكتاب

واية الكرسي والهكم التكاثر وقل هُو اللهُ احدُ احْدى عشرة مرة ويقول :

اللهُم انىْ صليتُ هَذه الصلاةَ وتعلمُ مَا ارِيدُ .

اللهُم ابعثْ ثوابها الى قَبر فلاَنِ بنِ فُلاَنَة

فيَبعث اللهُ مِن سَاعته الى قبره الف ملك نور وهَديةٌ

يؤْنِسُوْنهُ فى قبرهِ الى ان ينفخ فى الصور ويعْطِى اللهُ المصليَ بعدد

مَا طلعَتْ عليه الَشمس حسَنَات ويرفعُ اللهُ له اربعين الف درجة

واربعين الف حجة وعمرَة ويبنى اللهُ له الف مدينة

فى الجنة وَيُعْطى ثواب الف شهيد ويكسى الف حلةٍ .

Ertinya: Sabda Nabi s.a.w: Tidaklah datang (cubaan) atas diri mayat yang lebih hebat dari malam pertama. Maka kasihanilah mayat-mayatmu itu dengan sedekah. Maka barangsiapa yang tidak mendapatkannya, hendaklah dilakukannya sembahyang 2 rakaat yang dibacakan pada tiap-tiap rakaat surah Al-Fatihah, Ayatul Kursi, Alhakumuttakasur, Qulhuallahuahad 11 kali, lalu diucapkannya:

Ya Allah! Sesungguhnya aku telah lakukan sembahyang ini, sedang Engkau Maha Mengetahui apa yang aku maksudkan. Ya Allah! Kirimkanlah pahalanya kekubur si Fulan bin Fulanah, nescaya mengirimkanlah Allah Taala pada saat itu juga seribu malaikat, bersama tiap-tiap malaikat itu nur dan hadiah. Berjinak-jinak mereka itu bersamanya di dalam kubur sampai ditiup sangkakala. Dan dikurnia Allah Taala kepada yang melakukan sembahyang ini sebanyak barang yang terkena sinar matahari akan kebajikan dan Allah Taala angkatkan baginya 40 ribu darjat, 40 ribu haji dan umrah dan dibina baginya seribu kota di dalam syurga dan diberi pahala seribu syahid dan dipakaikan seribu persalinan.

http://madrasahaliyah.blogspot.com/2008/04/sembahyang-sunat-hadiah.html

http://www.e-fatwa.gov.my/fatwa-negeri/sembahyang-hadiah-kepada-mayat-0

Kamis, 21 Juni 2012

Al-Qur'an Surat Al-Baqarah ayat 243-245

Terjemahan Al-Qur'an Surat Al-Baqarah ayat 243 sampai dengan Al-Baqarah ayat 245,  sebagai berikut: Surat Al-Baqarah Ayat 243: Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang keluar dari kampung halaman mereka, sedang mereka beribu-ribu (jumlahnya) karena takut mati; maka Allah berfirman kepada mereka: "Matilah kamu", kemudian Allah menghidupkan mereka. Sesungguhnya Allah mempunyai karunia terhadap manusia tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur.

Surat Al-Baqarah Ayat 244: Dan berperanglah kamu sekalian di jalan Allah, dan ketahuilah sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Surat Al-Baqarah Ayat 245: Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.

SURAT KHALIFAH UMAR AL-KHATTAB KEPADA SUNGAI NIL




Sungai Nil, sungai yang pernah menjadi saksi keajaiban dan kekuasaan Tuhan sehingga ke hari ini. Tenang airnya yang mengalir menyimpan pelbagai cerita yang sukar diterjemah dengan kata-kata. Sungai Nil tidak pernah kering walau kemarau panjang menjelma.

Menyingkap kembali sejarah, kisah ini pernah berlaku pada zaman pemerintahan Khalifah Umar Al-Khattab. Ketika itu, Mesir telah jatuh ke tangan Islam sementara masyarakatnya masih banyak yang mengamalkan amalan yang bertentangan dengan syarak.

Khalifah Umar lantas melantik Amru bin ‘Ash sebagai gabenor bagi menguruskan hal ehwal dan masalah di Mesir. Sehinggalah tiba satu bulan di mana tarikh 11 hb, sungai Nil semakin surut dan hampir mengering.

Sekumpulan penduduk datang menemui Amru bin’Ash. Lalu mereka bercerita,

“Wahai Amirul Mukminin, Sungai Nil ini boleh jadi kering kecuali kami penuhi permintaannya.”

“Jika begitu, apakah permintaannya?,” tanya Amru bin ‘Ash.

“Biasanya, sudah menjadi amalan kami setiap tahun, kami akan mencari seorang anak gadis yang cantik rupa parasnya. Setelah orang tuanya setuju dan redha, kami akan menyuruh gadis itu berdandan dan berhias seelok mungkin. Selepas itu, kami akan melemparkan dia ke Sungai Nil sebagai korban. Selepas itu, barulah air Sungai Nil akan mengalir semula,” jelas mereka.

“Jangan, perbuatan itu dilarang oleh Islam. Kedatangan agama ini adalah bagi melenyapkan amalan buruk seperti ini. Bagaimana kalian tega mengorbankan nyawa gadis lain yang tidak bersalah apa-apa,” sangkal Amru bin ‘Ash yang terkejut.

Perbincangan itu tidak mendapat kata sepakat. Amru bin ‘Ash melarang penduduk melakukan korban sementara penduduk hanya mampu bertahan buat seketika. Air Sungai Nil semakin menyusut dan tidak lagi dapat menampung keperluan rakyat seperti sebelum ini. Jika keadaan masih tidak berubah, mereka merancang akan berpindah ke wilayah lain.

Lama kelamaan, penduduk mula berpindah sedikit demi sedikit. Mereka percaya Sungai Nil tidak akan mengalir selagi mereka tidak menunaikan korban seorang gadis seperti sebelum ini. Melihat perkembangan itu, Amru bin ‘Ash mengirimkan sepucuk surat kepada Khalifah Umar Al-Khattab di Madinah. Dia memberi laporan mengenai masalah yang sedang dihadapi dan apakah yang perlu dilakukan.

Tidak lama kemudian, Amru bin ‘Ash mendapat surat balasan daripada Umar. Di dalamnya berbunyi,

“Tindakanmu itu benar wahai Amru, Islam memang datang untuk menghapuskan adat yang buruk seperti mengorbankan gadis ke Sungai Nil itu. Untuk mengatasi masalah ini dan demi kebaikan penduduk Mesir, aku sertakan bersama surat untuk kau lemparkan ke dalam Sungai Nil. Sesungguhnya, itu adalah surat daripadaku khas ditujukan buat Sungai Nil.”

Kerana rasa ingin tahu, Amru bin ‘Ash membuka surat yang ditujukan kepada Sungai Nil itu. Dilihatnya tulisan tangan Khalifah Umar yang berbunyi begini,

“Dari hamba Allah, Umar Amirul Mukiminin untuk Sungai Nil, sungai kebesaran penduduk Mesir. Amma ba’du."

“Jika engkau mengalir kerana kemahuanmu, janganlah engkau mengalir. Tetapi jika engkau mengalir kerana perintah Allah SWT, maka aku meminta kepada Allah Yang Maha Esa agar menjadikan airmu mengalir seperti biasa.”
Lantas Amru bin ‘Ash melemparkan surat itu ke dalam Sungai Nil. Ketika itu, penduduk Mesir sedang bersiap-siap untuk pindah ke negeri lain. Mereka berputus asa setelah melihat Sungai Nil yang menjadi sumber rezeki dan kehidupan mereka sudah hampir kering. Kebetulan, mereka bakal menyambut perayaan Nasrani pada esoknya.

Kuasa Allah Taala mengatasi segalanya. Keesokan harinya, Sungai Nil mengalirkan airnya dengan deras. Malah, air sungai itu telah naik tujuh meter lebih dari hari biasa. Ternyata, usaha Khalifah Umar dan Amru bin ‘Ash mendatangkan hasil.

Dalam masa yang sama, kejadian itu membuka mata penduduk Mesir tentang kebesaran Islam. Mereka tidak percaya lagi dengan adat korban anak gadis itu dan meninggalkan amalan khurafat itu buat selama-lamanya.

dakwatuna.com

Rabu, 20 Juni 2012

Al-Qur'an Surat Al-Baqarah Ayat 238-242

Terjemahan Al-Qur'an Surat Al-Baqarah Ayat 238 sampai dengan Al-Baqarah ayat 242, sebagai Berikut:
Al-Baqarah Ayat 238: Peliharalah segala shalat (mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa. Berdirilah karena Allah (dalam shalatmu) dengan khusyuk.

Al-Baqarah Ayat 239: Jika kamu dalam keadaan takut (bahaya), maka salatlah sambil berjalan atau berkendaraan. Kemudian apabila kamu telah aman, maka sebutlah Allah (shalatlah), sebagaimana Allah telah mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui.

Al-Baqarah Ayat 240: Dan orang-orang yang akan meninggal dunia di antaramu dan meninggalkan istri, hendaklah berwasiat untuk istri-istrinya, (yaitu) diberi nafkah hingga setahun lamanya dengan tidak disuruh pindah (dari rumahnya). Akan tetapi jika mereka pindah (sendiri), maka tidak ada dosa bagimu (wali atau waris dari yang meninggal) membiarkan mereka berbuat yang makruf terhadap diri mereka. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Al-Baqarah Ayat 241: Kepada wanita-wanita yang diceraikan (hendaklah diberikan oleh suaminya) mut`ah menurut yang makruf, sebagai suatu kewajiban bagi orang-orang yang takwa.

Al-Baqarah Ayat 242: Demikianlah Allah menerangkan kepadamu ayat-ayat-Nya (hukum-hukum-Nya) supaya kamu memahaminya

Selasa, 19 Juni 2012

Al-Quran Surat Al-Baqarah Ayat 233-237

Terjemahan Al-Qur'an Surat Al-Baqarah Ayat 233 sampai dengan ayat 237, sebagai berikut:
Al-Baqarah Ayat 233: Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang makruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan juga seorang ayah karena anaknya, dan waris pun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan

Al-Baqarah Ayat 234: Orang-orang yang meninggal dunia di antaramu dengan meninggalkan istri-istri (hendaklah para istri itu) menangguhkan dirinya (beridah) empat bulan sepuluh hari. Kemudian apabila telah habis idahnya, maka tiada dosa bagimu (para wali) membiarkan mereka berbuat terhadap diri mereka menurut yang patut. Allah mengetahui apa yang kamu perbuat.

Al-Baqarah Ayat 235: Dan tidak ada dosa bagi kamu meminang wanita-wanita itu dengan sindiran atau kamu menyembunyikan (keinginan mengawini mereka) dalam hatimu. Allah mengetahui bahwa kamu akan menyebut-nyebut mereka, dalam pada itu janganlah kamu mengadakan janji kawin dengan mereka secara rahasia, kecuali sekedar mengucapkan (kepada mereka) perkataan yang makruf. Dan janganlah kamu berazam (bertetap hati) untuk berakad nikah, sebelum habis idahnya. Dan ketahuilah bahwasanya Allah mengetahui apa yang ada dalam hatimu; maka takutlah kepada-Nya, dan ketahuilah bahwa Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun.

Al-Baqarah Ayat 236:  Tidak ada kewajiban membayar (mahar) atas kamu, jika kamu menceraikan istri-istrimu sebelum kamu bercampur dengan mereka dan sebelum kamu menentukan maharnya. Dan hendaklah kamu berikan suatu mut-ah (pemberian) kepada mereka. Orang yang mampu menurut kemampuannya dan orang yang miskin menurut kemampuannya (pula), yaitu pemberian menurut yang patut. Yang demikian itu merupakan ketentuan bagi orang-orang yang berbuat kebajikan.

Al-Baqarah Ayat 237: Jika kamu menceraikan istri-istrimu sebelum kamu bercampur dengan mereka, padahal sesungguhnya kamu sudah menentukan maharnya, maka bayarlah seperdua dari mahar yang telah kamu tentukan itu, kecuali jika istri-istrimu itu memaafkan atau dimaafkan oleh orang yang memegang ikatan nikah, dan pemaafan kamu itu lebih dekat kepada takwa. Dan janganlah kamu melupakan keutamaan di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Melihat segala apa yang kamu kerjakan.

Senin, 18 Juni 2012

tutuplah aib diri sendiri dan orang lain

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيم



Segala puji bagi Allah, Tuhan sekelian alam. Selawat serta salam buat junjungan mulia Nabi Muhammad SAW keluarga serta para sahabat dan pengikut yang istiqamah menuruti baginda hingga ke hari kiamat.
Sahabat yang dirahmati Allah,

Setiap perbuatan maksiat dan dosa besar yang dilakukan oleh manusia boleh mendatangkan  kemurkaan Allah SWT. Kadangkala didatangkan musibah oleh Allah SWT keatas manusia berupa kemarau, banjir, jerebu, tsunami, gempa bumi dan tanah runtuh. Semua ini sebagai peringakat agar manusia memikirkan balik apakan kesalahan dan dosa yang telah mereka lakukan.

Bagi orang-orang yang beiman setiap kejadian alam berupa musibah akan dijadikan sebagai pengajaran supaya mereka boleh bermuhasabah diatas kelemaham diri sendiri,(banyak melakukan dosa) tetapi bagi orang kafir atau mereka yang lemah imannya semua peristiwa hanya dikaitkan dengan bencana alam tanpa dihubungkan dengan kemurkaan Allah SWT.

Allah SWT bersifat Maha Pengasih dan Maha Penyayang kepada para hamba-Nya masih menerima dan membuka pintu taubat bagi hamba-hambaNya yang ingin kembali bertaubat walaupun puluhan tahun melakukan maksiat dan dosa-dosa besar. Dalam masa yang lama Allah SWT masih menutup aib hamba-Nya dan diberi peluang untuk bertaubat.

Sahabat yang dimuliakan,
Terdapat satu kisah seorang lelaki Bani Israil telah bermaksiat kepada Allah selama 40 tahun. Dia tidak pernah dia meninggalkan maksiatnya itu dan tidak pernah pula sekalipun dia bertaubat.
Diizinkan Allah, datang suatu tahun yang kemarau sangat panjang. Hujan tidak lagi turun, ternakan kurus kering, tanaman semuanya mati, sungai pun menampakkan dasarnya yang kering kontang.

Maka Bani Israil pun berkata kepada Nabi Musa a.s. : "Ya Musa, berdoalah kepada Allah supaya menurunkan hujan."

Maka Nabi Musa a.s. pun mengumpulkan semua Bani Israil seraya berdoa bersama : "Ya Allah turunkanlah hujan...Ya Allah turunkanlah hujan..."

Hujan masih jua belum turun. Nabi Musa a.s.selanjutnya berbicara dengan Allah : "Ya Tuhanku, mengapakah hujan masih belum turun?"

Maka Allah SWT mewahyukan kepada Nabi Musa : "Aku tidak akan turunkan hujan kerana ada seorang lelaki di antara kamu yg telah bermaksiat kepada-Ku selama 40 tahun. Kerana maksiatnya itu, aku menahan hujan dari turun."

Maka Nabi Musa berkata : "Jika demikian, apa harus aku lakukan?"

Maka firman Allah : "Keluarkannya dari tempat ini."

Maka Nabi Musa pun berkata kepada kaumnya :"Wahai Bani Israil, di antara kita ini ada seorang yang telah bermaksiat kepada Allah selama 40 tahun. Dan kerana maksiatnya itulah Allah telah menahan hujan dari turun. Dan Dia tidak akan menurunkan hujan sehinggalah si pemaksiat itu keluar meninggalkan kita. Maka, keluarlah dari sini siapa pun kamu wahai pemaksiat!"

Orang yang melakukan maksiat itu pun sedar dialah yg dimaksudkan itu. Dia pun melihat sekelilingnya, mengharapkan ada seorang lain darinya akan keluar. Tetapi tiada seorang pun keluar.

Maka si pemaksiat ini pun mula bermunajat kepada Allah : "Ya Tuhanku, aku telah bermaksiat kepada-Mu selama 40 tahun... Kau menutup maksiatku itu dari pengetahuan ramai... Dan jika aku keluar pada hari ini, maka akan terbongkarlah aibku... Aku berjanji kepada-Mu aku tidak akan kembali lagi melakukan maksiat ini... Ampunilah aku ya Allah... Tutupilah aibku ya Allah..."

Maka dengan kehendak-Nya, hujan pun mula turun.
Nabi Musa pun menjadi hairan, "Ya Rabb, Kau telah turunkan hujan, tetapi tiada seorang pun yang keluar meninggalkan kami."

Maka kata Allah SWT, " Wahai Musa, Aku turunkan hujan kerana kegembiraan Ku dengan taubat hamba-Ku yang telah bermaksiat selama 40 tahun itu."

Maka kata Nabi Musa : "Tunjukkanlah aku siapa orang itu, supaya dapat aku sampaikan berita gembira ini."
Kata Allah SWT : "Wahai Musa, dia telah bermaksiat kepada-Ku selama 40 tahun dan aku menutup maksiatnya itu. Maka adakah pada hari dia kembali kepada-Ku aku mendedahkan siapa dia?"

Sahabat yang dikasihi,
Jika Allah SWT telah menutup aib seorang hamba-Nya yang telah melakukan maksiat selama 40 tahun dan mengampunkan dosa-dosanya ketika mana dia bertaubat kenapakah kita tidak boleh menutup aib saudara-saudara kita ? Kenapakan kita suka sangat mendedahkan aib orang lain walaupun kita mengetahui mendedahkan aib adalah satu dosa besar yang sangat dibenci oleh Allah SWT. Mungkin orang yang memiliki aib itu telah bertaubat kepada Allah SWT tetapi kita masih seronok mengaibkannya.
Allah SWT tidak suka kita membuka aib orang lain dan juga membuka aib kita sendiri . Ada dikalangan kita suka menceritakan kejahatan-kejahatannya dimasa yang lampau dan merasa megah pula dengan perbuatan maksiat tersebut.

Rasulullah SAW bersabda maksudnya : “Orang yang menutupi aib orang lain di dunia, Allah akan menutupi (aib)nya pada hari kiamat.” (Hadis Riwayat Muslim)

Sekiranya kita sendiri melakukan kesalahan atau maksiat, sesuatu yang aib kerana kelalaian, maka sembunyikanlah dan jangan membicarakannya pada orang lain. Membicarakannya kepada orang lain juga merupakan suatu perkara yang dosa. Apatah lagi jika ia membuat diri ini menjadi popular kerana kesalahan itu. Yang demikian itu akan menjadi penghalang pintu menuju Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda maksudnya : “Semua umatku (yang bersalah) pasti dimaafkan, kecuali orang-orang yang membeberkan (menceritakan kesalahannya kepada masyarakat tanpa perasaan bersalah). Orang yang membeberkan kesalahannya adalah orang yang melakukan satu perbuatan (dosa) di malam hari, kemudian masuk pagi hari dan Allah menutupi kesalahannya. Namun kemudian dia bercerita kepada orang lain, ‘Wahai Fulan, aku telah melkukan ini dan itu tadi malam.’ Allah menutupi perbuatannya itu dan dia membuka tutup itu di pagi hari.” (Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim)

Berhati-hatilah bila kalian berbicara jangan sampai bicara kalian boleh mendatangkan kemurkaan Allah SWT dan boleh mencampakkan diri kalian ke neraka. Displinkanlah diri kalian dan lidah kalian supaya tidak mudah membicarakan sesuatu yang boleh membuka aib orang lain hatta aib diri sendiri . Jika tidak perlu berkata-kata maka lebih baik diam (berzikir di hati) dan bersikap tawaduklah kerana sifat tawaduk adalah ciri-ciri orang bertakwa.


sumber: abubasyer.blospot.com

Sabtu, 16 Juni 2012

kenapa perlu solat dhuha?

Bismillahirrahmanirrahim,  sedikit perkongsian bersama untuk lebih memahami akan keperluan dan keutamaan kita mengerjakan solat sunat dhuha



keutamaan mengerjakan solat dhuha, Ianya Amalan Berbentuk Sedekah
Bagi setiap anggota sendi serta ruas-ruas tulang perlu mengeluarkan sedekah bagi menunjukkan ketaatan kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Justeru itu solat Dhuha adalah amalan yang dapat menunaikan tanggung jawab tersebut. Daripada Abu Dzarr radhiallahu’ anh, daripada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, baginda bersabda:

يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلاَمَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ

وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْيٌ عَنْ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ

وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنْ الضُّحَى.

Maksudnya:
Bagi tiap-tiap ruas dari anggota tubuh salah seorang di antara kalian harus dikeluarkan sedekahnya setiap pagi hari. Setiap tasbih (Subhaanallah) adalah sedekah, setiap tahmid (Alhamdulillah) adalah sedekah, setiap tahlil (Laa Ilaaha Illallah) adalah sedekah, setiap takbir (Allahu Akbar) adalah sedekah, menyuruh untuk berbuat baik juga sedekah, dan mencegah kemungkaran juga sedekah. Dan semua itu boleh diganti dengan dua rakaat solat Dhuha. - Hadis riwayat Imam Muslim dalam Shahihnya, Kitab Sholaatul Musaafiriin wa Qashruha, no: 720.

Allah Memberi Rezeki Yang Cukup Sepanjang Siang Hari
Bagi mereka yang mengerjakan solat Dhuha Allah Subhanahu wa Ta’ala sentiasa mencukupkan segala keperluan seseorang sepanjang siang hari. Daripada Nu’aim bin Hammar, dia berkata: Saya pernah mendengar Rasulullahshallallahu ‘alaihi wasallam bersabda Allah Azza Wa Jalla berfirman:

يَا ابْنَ آدَمَ لاَ تُعْجِزْنِي مِنْ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ فِي أَوَّلِ نَهَارِكَ أَكْفِكَ آخِرَهُ.

Maksudnya:
Wahai anak Adam, janganlah engkau sampai tertinggal untuk mengerjakan solat empat rakaat pada permulaan siang (waktu Dhuha), nescaya Aku akan memberi kecukupan kepadamu sampai akhir siang. - Hadis riwayat Imam Abu Dawud dalam Sunannya, Kitab al-Sholaah, no: 1097.

Mendapat Pahala Sebagaimana Mengerjakan Haji Dan Umrah
Bagi mereka yang mengerjakan solat Subuh secara berjemaah lalu tetap berada dalam masjid dengan berzikir kepada Allah dan mengerjakan solat Dhuha pada awal terbitnya matahari maka dia mendapat pahala seperti mengerjakan haji dan umrah. Daripada Anas radhiallahu’ anh, dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallambersabda:

مَنْ صَلَّى الْغَدَاةَ فِي جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ

ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

تَامَّةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ.

Maksudnya:
Barangsiapa mengerjakan solat Subuh secara berjemaah lalu sesudah itu dia tetap duduk (di masjid) untuk berzikir kepada Allah sehingga matahari terbit (dan meninggi), kemudian solat (Dhuha) dua rakaat maka dia akan mendapat pahala sebagaimana pahala haji dan umrah. Dia berkata (Anas), Rasulullah bersabda: Yang sempurna, Yang Sempurna, Yang Sempurna. – Hadis riwayat Imam al-Tirmidzi dalam Sunannya, Kitab al-Jumu’ah, no: 535.


Ia Solat Bagi Orang Yang Bertaubat
Solat Dhuha adalah termasuk bagi solat untuk orang-orang yang bertaubat (Sholat Awwabin). Daripada Zaid bin Arqam bahawasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam keluar menuju tempat Ahli Quba’ yang ketika itu mereka sedang mengerjakan solat Dhuha. Baginda lalu bersabda:


صَلاَةُ الأَوَّابِينَ حِينَ تَرْمَضُ الْفِصَالُ.
Maksudnya:
Solat Awwabin (orang-orang yang taubat) dilakukan pada saat teriknya matahari. - Hadis riwayat Imam Muslim dalam Shahihnya, Kitab Sholaatul Musaafiriin wa Qashruhaa, no: 748.

  • TATACARA PERLAKSANAAN SOLAT DHUHA

Waktu Mengerjakan Solat Dhuha
Waktu untuk mengerjakan solat Dhuha adalah sewaktu matahari mulai naik iaitu sebaik sahaja berakhirnya waktu yang diharamkan solat setelah solat Subuh (12 minit setelah matahari terbit atau untuk lebih berhati-hati laksanakannya setelah 15 minit) sehingga sebelum matahari condong atau tergelincir ketika tengahari (10 minit sebelum masuk waktu Zuhur atau untuk lebih berhati-hati laksanakannya sebelum 15 minit). Menurut Syaikh al-‘Utsaimin di dalam Asy-Syarhul Mumti’:



Jika demikian, waktu solat Dhuha dimulai setelah keluar dari waktu larangan solat pada awal siang hari (pagi hari) sampai adanya larangan saat tengah hari.Namun demikian waktu yang afdal adalah pada saat matahari panas terik. Demikian adalah dalil-dalil tentang waktu mengerjakan solat Dhuha:Daripada Anas radhiallahu’ anh, dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ صَلَّى الْغَدَاةَ فِي جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ

ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

تَامَّةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ.

Maksudnya:
Barangsiapa mengerjakan solat Subuh secara berjemaah lalu sesudah itu dia tetap duduk (di masjid) untuk berzikir kepada Allah sehingga matahari terbit (dan meninggi), kemudian solat (Dhuha) dua rakaat…– Hadis riwayat Imam al-Tirmidzi dalam Sunannya, Kitab al-Jumu’ah, no: 535.
Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

صَلاَةُ الأَوَّابِينَ حِينَ تَرْمَضُ الْفِصَالُ.
Maksudnya:
Solat Awwabin (orang-orang yang taubat) dilakukan pada saat teriknya matahari. - Hadis riwayat Imam Muslim dalam Shahihnya, Kitab Sholaatul Musaafiriin wa Qashruha, no: 748.

Jumlah Rakaat Solat Dhuha
Jumlah rakaat solat Dhuha paling minimal adalah dua rakaat dan ia boleh dikerjakan tanpa batasan jumlah rakaat yang tertentu. Sebelum ini penulis telah memaparkan hadis-hadis berkaitan solat Dhuha yang dilaksanakan dengan dua dan empat rakaat. Berikut adalah dalil yang menunjukkan ianya juga boleh dikerjakan dengan sebanyak enam, lapan dan dua belas rakaat.



Daripada Anas bin Malik radhiallahu’ anh bahawasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mengerjakan solat Dhuha sebanyak enam rakaat – Hadis riwayat Imam al-Tirmidzi dalam kitab al-Syamaail, Bab Sholat al-Dhuha, no: 273.

أُمِّ هَانِئٍ فَإِنَّهَا قَالَتْ إِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَخَلَ بَيْتَهَا يَوْمَ فَتْحِ مَكَّةَ

فَاغْتَسَلَ وَصَلَّى ثَمَانِيَ رَكَعَاتٍ.
Maksudnya:
Daripada Ummu Hani’, dia berkata: Pada masa pembebasan kota Makkah, dia bertemu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika baginda berada di atas tempat tertinggi di Makkah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam beranjak menuju tempat mandinya lalu Fathimah memasang tabir untuk baginda. Selanjutnya Fathimah mengambilkan kain dan menyelimutkannnya kepada baginda. Setelah itu baginda mengerjakan solat Dhuha sebanyak lapan rakaat – Hadis riwayat Imam al-Bukhari dalam Shahihnya, Kitab al-Tahajjud, no: 1176.
Di dalam Fathul Baari al-Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah telah membawa sebuah riwayat seperti dibawah:

وَعِنْد اَلطَّبَرَانِيّ مِنْ حَدِيثِ أَبِي اَلدَّرْدَاءِ مَرْفُوعًا مَنْ صَلَّى اَلضُّحَى رَكْعَتَيْنِ لَمْ يُكْتَبْ مِنْ اَلْغَافِلِينَ ,

وَمَنْ صَلَّى أَرْبَعًا كُتِبَ مِنْ اَلتَّائِبِينَ , وَمَنْ صَلَّى سِتًّا كُفِيَ ذَلِكَ اَلْيَوْمَ ,

وَمَنْ صَلَّى ثَمَانِيًا كُتِبَ مِنْ اَلْعَابِدِينَ , وَمَنْ صَلَّى ثِنْتَيْ عَشْرَة بَنَى اَللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي اَلْجَنَّةِ

Maksudnya:
Dalam riwayat al-Thabarani daripada hadis Abu Darda’ secara marfu’ disebutkan: Barangsiapa solat Dhuha dua rakaat, maka tidak ditulis sebagai orang-orang lalai, barangsiapa solat Dhuha empat rakaat maka ditulis sebagai orang-orang yang bertaubat, barangsiapa solat Dhuha enam rakaat, maka dicukupkan untuknya pada hari itu, barangsiapa solat Dhuha lapan rakaat, maka ditulis dalam golongan ahli Ibadah, dan barangsiapa solat Dhuha dua belas rakaat maka dibangunkan untuknya rumah di syurga. –
rujuk Fathul Baari, jilid 6, ms. 349 ketika al-Hafidz mensyarah hadis Shahih al-Bukhari no: 1176. Namun status hadis ini diperselisihkan olah para ulamak hadis. Musa bin Ya’qub al-Zami’i yang terdapat dalam sanad hadis ini telah didha’ifkan oleh Ibnu al-Madini namun dinilai tsiqah pula oleh Ibnu Ma’in dan Ibnu Hibban. Al-Hafidz sendiri berkata sanad hadis ini lemah namun diperkuatkan oleh hadis Abu Dzar yang diriwayatkan oleh al-Bazzar hanya sahaja sanadnya juga lemah dan apa yang lebih tepat hadis ini dha’if. Wallahu’alam.
Berkaitan dengan dalil yang menunjukkan jumlah rakaat solat Dhuha ini tidak ada batasan yang tertentu adalah:

مُعَاذَةُ أَنَّهَا سَأَلَتْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا:

كَمْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي صَلاَةَ الضُّحَى؟

قَالَتْ: أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ وَيَزِيدُ مَا شَاءَ.
Maksudnya:
Daripada Mu’adzah, dia berkata: Aku bertanya kepada ‘Aisyah: Berapa rakaat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengerjakan solat Dhuha?
Dia menjawab: Sebanyak empat rakaat lalu baginda menambahnya lagi menurut yang dia kehendaki. - Hadis riwayat Imam Muslim dalam Shahihnya, Kitab Sholaatil Musaafiriin wa Qashruhaa, no: 719.

  • Ringkasan Tatacara Mengerjakan Solat Dhuha

Rakaat Pertama

1) Berniat di dalam hati untuk mengerjakan solat Dhuha
2) Takbiratul Ihram
3) Doa Iftitah
4) Membaca surah al-Fatihah
5) Membaca Surah al-Qur’an
6) Rukuk
7) Iktidal
8) Sujud
9) Duduk antara dua sujud
10) Sujud kali kedua
11) Bangun untuk rakaat kedua

Rakaat Kedua
1) Ulang seperti rakaat pada pertama dari nombor (4) hingga (10)
2) Duduk untuk tahiyyat akhir
3) Memberi salam ke kanan dan ke kiri

sumber: FB sham kamikaze

Kamis, 14 Juni 2012

Al-Qur'an Surat al-Baqarah Ayat 226 - 232

Terjemahan al-Qur'an Surat Al-Baqarah Ayat 226 sampai dengan surat Al-Baqarah ayat 232, sebagai berikut: Ayat 226: Kepada orang-orang yang meng-ilaa' isterinya diberi tangguh empat bulan (lamanya). Kemudian jika mereka kembali (kepada istrinya), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Al-Baqarah Ayat 227: Dan jika mereka berazam (bertetap hati untuk) talak, maka sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Al-Baqarah Ayat 228: Wanita-wanita yang ditalak hendaklah menahan diri (menunggu) tiga kali quru. Tidak boleh mereka menyembunyikan apa yang diciptakan Allah dalam rahimnya, jika mereka beriman kepada Allah dan hari akhirat. Dan suami-suaminya berhak merujukinya dalam masa menanti itu, jika mereka (para suami) itu menghendaki ishlah. Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang makruf. Akan tetapi para suami mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada istrinya. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Al-Baqarah Ayat 229: Talak (yang dapat dirujuki) dua kali. Setelah itu boleh rujuk lagi dengan cara yang makruf atau menceraikan dengan cara yang baik. Tidak halal bagi kamu mengambil kembali dari sesuatu yang telah kamu berikan kepada mereka, kecuali kalau keduanya khawatir tidak akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah. Jika kamu khawatir bahwa keduanya (suami istri) tidak dapat menjalankan hukum-hukum Allah, maka tidak ada dosa atas keduanya tentang bayaran yang diberikan oleh istri untuk menebus dirinya. Itulah hukum-hukum Allah, maka janganlah kamu melanggarnya. Barang siapa yang melanggar hukum-hukum Allah mereka itulah orang-orang yang lalim.

Al-Baqarah Ayat 230: Kemudian jika si suami menlalaknya (sesudah talak yang kedua), maka perempuan itu tidak halal lagi baginya hingga dia kawin dengan suami yang lain. Kemudian jika suami yang lain itu menceraikannya, maka tidak ada dosa bagi keduanya (bekas suami pertama dan istri) untuk kawin kembali jika keduanya berpendapat akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah. Itulah hukum-hukum Allah, diterangkan-Nya kepada kaum yang (mau) mengetahui.

Al-Baqarah Ayat 231: Apabila kamu menalak istri-istrimu, lalu mereka mendekati akhir idahnya, maka rujukilah mereka dengan cara yang makruf, atau ceraikanlah mereka dengan cara yang makruf (pula). Janganlah kamu rujuki mereka untuk memberi kemudaratan, karena dengan demikian kamu menganiaya mereka. Barang siapa berbuat demikian, maka sungguh ia telah berbuat lalim terhadap dirinya sendiri. Janganlah kamu jadikan hukum-hukum Allah sebagai permainan. Dan ingatlah nikmat Allah padamu, dan apa yang telah diturunkan Allah kepadamu yaitu Al Kitab (Al Qur'an) dan Al Hikmah (As Sunah). Allah memberi pengajaran kepadamu dengan apa yang diturunkan-Nya itu. Dan bertakwalah kepada Allah serta ketahuilah bahwasanya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

Al-Baqarah Ayat 232: Apabila kamu menalak istri-istrimu, lalu habis idahnya, maka janganlah kamu (para wali) menghalangi mereka kawin lagi dengan bakal suaminya, apabila telah terdapat kerelaan di antara mereka dengan cara yang makruf. Itulah yang dinasehatkan kepada orang-orang yang beriman di antara kamu kepada Allah dan hari kemudian. Itu lebih baik bagimu dan lebih suci. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.

Bersangka baik dengan Allah s.w.t atas ujiannya…

Berbaik sangka dengan Allah s.w.t merupakan suatu yang indah.. 
Al Hafiz Ibnu Abi Dunya menceritakan daripada Seorang Ulama Kufah bernama Masruq bin Ajda..

Beliau bercerita, “Di sebuah desa pendalaman, terdapat sebuah keluarga yang hanya mempunyai seekor ayam, anjing dan keldai.. Ketiga tiga haiwan ini sangat disayangi oleh keluarga ini kerana manfaatnya pada mereka.. Ayam membantu untuk mendirikan solat, keldai digunakan untuk mengambil air dan anjing untuk menjaga rumah..

Suatu hari, seekor musang memangsa ayam mereka.. Seisi keluarga menjadi sedih.. Namun, si ayah keluarga ini berkata “Tidak apa apa, InsyaAllah (takdir ini) baik untuk kita”..

Tidak beberapa hari kemudian, seekor serigala telah membunuh keldai mereka pula.. Ahli keluarga itu sedih sekali.. Namun ayah keluarga ini tetap berkata, “Tidak apa apa, InsyaAllah (takdir ini) baik untuk kita”..

Selang beberapa ketika, anjing mereka pula mati mendadak.. Maka ahli keluarga menjadi sedih kembali.. Si ayah tetap berkata , “Tidak apa apa, InsyaAllah (takdir ini) baik untuk kita”..

Masruq berkata , “ Selang beberapa hari.. Suatu pagi, ahli keluarga itu bangun daripada tidurnya.. Lalu mereka mendapati bahawa seluruh penduduk desa itu telah ditawan dan dibawa pergi oleh sekumpulan perompak malam tersebut.. Hanya keluarga mereka terselamat kerana para perompak hanya mendatangi rumah rumah yang terdengar suara haiwan di dalamnya sahaja”..

Natijah kesabaran..

Abu salamah dan umi salamah merupakan pasangan suami isteri yang sangat bahagia.. Kedua – duanya termasuk di kalangan mereka yang awal memeluk islam di Makkah ketika seluruh penduduk kota itu menolaknya..

Pahit getir kehidupan dalam menjaga akidah mereka lewati bersama dengan tabah.. Apabila pasangan ini hendak berhijrah ke Madinah, mereka harus berpisah kerana orang – orang musyrik menghalangi Abu Salamah untuk membawa isteri dan anaknya berhijrah..

Selepas setahun kemudian, Allah s.w.t menyatukan kembali dua insan yang saling mencintai ini di kota madinah bersama Rasulallah s.a.w..

Suatu hari, Umi Salamah mendengar Rasulallah s.a.w bersabda, “Tidaklah seorang muslim ditimpa musibah (ujian), lalu ia mengucapkan kata – kata yang Allah perintahkan [Inna Lillahi wa inna ilaihi raji’un] dan berdoa, “Ya Allah, berilah daku pahala atas musibah (ujian) ini, dan gantilah musibah (ujian) ini dengan sesuatu yang lebih baik, melainkan Allah akan menggantikan musibah (ujian) itu dengan sesuatu yang lebih baik untuknya”..

Tidak lama setelah itu, tepat pada peristiwa Perang Uhud, Abu Salamah pulang dari perang sambil membawa luka yang sangat parah.. kemudian, beliau meninggal dunia.. Kejadian ini amat menggoncangkan hati Umi Salamah.. Dia segera teringat akan pesanan Rasulallah s.a.w untuk mengucapkan apa yang telah diajari oleh Rasulallah s.a.w.. Dia pun terfikir, “Siapakah orang yang lebih baik daripada Abu Salamah? Dia ialah suami yang begitu dan begini….”

Umi salamah terus mengingati kelebihan – kelebihan bekas suaminya itu.. Namun, akhirnya Umi Salamah tetap mengucapkan kata – kata itu juga..

Tidak lama setelah masa ‘iddahnya berlalu, Rasulallah s.a.w datang meminang Umi Salamah.. Baginda s.a.w merupakan manusia terbaik yang pernah diciptakan Allah s.w.t.. Baginda s.a.w hadir untuk menggantikan Abu Salamah sebagai perwujudan janji Allah s.w.t bagi orang yang bersabar menghadapi ujian.. Kisah ini terkandung di dalam Kitab Soheh Al Imam Muslim r.a..

Sekadar untuk motivasi diri..

Rabu, 13 Juni 2012

Al-Qur'an Surat Al Baqarah Ayat 221 - 225

Terjemahan Al-Qur'an Surat Al Baqarah Ayat 221 samapi dengan Al Baqarah Ayat 225, sebagai berikut:
Al Baqarah Ayat 221: Dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.

Al Baqarah Ayat 222: Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah: "Haid itu adalah kotoran". Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haid; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang tobat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri.

Al Baqarah Ayat 223:  Istri-istrimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok-tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. Dan kerjakanlah (amal yang baik) untuk dirimu, dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemui-Nya. Dan berilah kabar gembira orang-orang yang beriman.

Al Baqarah Ayat 224: Janganlah kamu jadikan (nama) Allah dalam sumpahmu sebagai penghalang untuk berbuat kebajikan, bertakwa dan mengadakan ishlah di antara manusia. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Al Baqarah Ayat 225: Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Allah menghukum kamu disebabkan (sumpahmu) yang disengaja (untuk bersumpah) oleh hatimu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun.

Selasa, 12 Juni 2012

Al-Qur'an Surat al-Baqarah Ayat 215 - Ayat 220

Terjemahan Al-qur'an Surat Al-baqarah ayat 215 sampai dengan 220, sebagai berikut:
Al-baqarah Ayat 215:  Mereka bertanya kepadamu tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: "Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan." Dan apa saja kebajikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya.

Al-baqarah Ayat 216: Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.

Al-baqarah Ayat 217: Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan Haram. Katakanlah: "Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar; tetapi menghalangi (manusia) dari jalan Allah, kafir kepada Allah, (menghalangi masuk) Masjidilharam dan mengusir penduduknya dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) di sisi Allah. Dan berbuat fitnah lebih besar (dosanya) daripada membunuh. Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. Barang siapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.

Al-baqarah Ayat 218: Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Al-baqarah Ayat 219: Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: "Pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya". Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: "Yang lebih dari keperluan." Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berpikir,

Al-baqarah Ayat 220: tentang dunia dan akhirat. Dan mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim, katakanlah: "Mengurus urusan mereka secara patut adalah baik, dan jika kamu menggauli mereka, maka mereka adalah saudaramu dan Allah mengetahui siapa yang membuat kerusakan dari yang mengadakan perbaikan. Dan jika Allah menghendaki, niscaya Dia dapat mendatangkan kesulitan kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Senin, 11 Juni 2012

Al-Qur'an Surat Al-Baqarah Ayat 211 - Ayat 214

Terjemahan al-Qur'an surat Al-baqarah Ayat 211 Sampai dengan Ayat 214, sebagai berikut:
Al-baqarah Ayat 211: Tanyakanlah kepada Bani Israel: "Berapa banyaknya tanda-tanda (kebenaran) yang nyata, yang telah Kami berikan kepada mereka". Dan barang siapa yang menukar ni`mat Allah setelah datang nikmat itu kepadanya, maka sesungguhnya Allah sangat keras siksa-Nya.

Al-baqarah Ayat 212: Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir, dan mereka memandang hina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu lebih mulia daripada mereka di hari kiamat. Dan Allah memberi rezeki kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya tanpa batas.

Al-baqarah Ayat 213: Manusia itu adalah umat yang satu. (Setelah timbul perselisihan), maka Allah mengutus para nabi sebagai pemberi kabar gembira dan pemberi peringatan, dan Allah menurunkan bersama mereka Kitab dengan benar, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. Tidaklah berselisih tentang Kitab itu melainkan orang yang telah didatangkan kepada mereka Kitab, yaitu setelah datang kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, karena dengki antara mereka sendiri. Maka Allah memberi petunjuk orang-orang yang beriman kepada kebenaran tentang hal yang mereka perselisihkan itu dengan kehendak-Nya. Dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus.

Al-baqarah Ayat 214: Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.

Jumat, 08 Juni 2012

doa imam as-syafie


‎"Hanya Allah mengetahui penderitaanku…",
kata Imam Syaafie RA.

Malam itu, dalam tidur..
aku diajarkan seseorang akan doa dalam mimpi..

"Ya Allah, sungguh aku tak berdaya mendatangkan bagi diriku ini akan kesenangan jua mudarat.hidup dan matiku ditanganMu ya Rabbi. daku hambaMu tidak boleh berlindung melainkan dengan perlindunganMu, Ya Allah, bimbinglah diri ini dalam perkataan dan amalan yang Engkau redhai dan sejahterakanlah kami"

***
"Aku mengulangi doa itu berkali-kali sehingga Allah SWT mengurniakan aku kemudahan dalam hidup jua ikhlas dalam menghadapi kesulitan itu, Maka, amalkan doa ini dan jangan sekali-sekali melalaikannya" Imam Syafie RA.

Kisah Imam Syafie ra yang diceritakan oleh Imam Al Ghazali.


-kehidupan makkah-




Kamis, 07 Juni 2012

Al-Qur'an Terjemahan Surat Al Baqarah ayat 204-

Terjemahan Al-Quran Surat Al Baqarah ayat 204 sampai dengan ayat 210, sebagai berikut:
Ayat 204: Dan di antara manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia menarik hatimu, dan dipersaksikannya kepada Allah (atas kebenaran) isi hatinya, padahal ia adalah penantang yang paling keras.

Al-baqarah Ayat 205: Dan apabila ia berpaling (dari kamu), ia berjalan di bumi untuk mengadakan kerusakan padanya, dan merusak tanam-tanaman dan binatang ternak, dan Allah tidak menyukai kebinasaan.

Al-baqarah Ayat 206 Dan apabila dikatakan kepadanya:"Bertakwalah kepada Allah", bangkitlah kesombongannya yang menyebabkannya berbuat dosa. Maka cukuplah (balasannya) neraka Jahanam. Dan sungguh neraka Jahanam itu tempat tinggal yang seburuk-buruknya.

Al-baqarah Ayat 207: Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya.

Al-baqarah Ayat 208: Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu.

Al-baqarah Ayat 209: Tetapi jika kamu menyimpang (dari jalan Allah) sesudah datang kepadamu bukti-bukti kebenaran, maka ketahuilah, bahwasanya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Al-baqarah Ayat 210: Tiada yang mereka nanti-nantikan melainkan datangnya Allah dan malaikat (pada hari kiamat) dalam naungan awan, dan diputuskanlah perkaranya. Dan hanya kepada Allah dikembalikan segala urusan.

Selasa, 05 Juni 2012

Hayya A'las solah, Hayya a'lal falah..










nota:

hayya a'las solah,
hayya a'lal falah,
marilah menunaikan solat,
marilah menuju kejayaan..

bismillah,
kadang2 kita solat, adakah kita mengerti makna dalam solah,
semoga ini dapat menambah ilmu dan iman kita..
ilmu menjadikan kita lebih mengenal Pencipta kita
serta menjadi insan yang lebih bersyukur.

astaghfirullahal a'zhim..

sumber: Iproduk

:..22 tanda kiamat semakin hampir..:





1. Sembahyang diabaikan (diringan-ringankan).
2. Keinginan nafsu syahwat digalakkan dan berleluasa disebarkan melalui iklan, buku, gambar, risalah atau filem.
3. Penjenayah menjadi pemimpin dan kebanyakannya jahil mengenai agama dan banyak memberi fatwa yang menyesatkan pengikutnya.
4. Perkara benar menjadi salah dan salah menjadi benar. Sukar untuk membezakan perkara halal dan haram kerana yang haram dianggap halal serta sebaliknya.
5. Berbohong menjadi satu keperluan dalam hidup dan menganggap jika tidak berbohong sukar untuk hidup senang.
6. Membayar zakat (harta, perniagaan dan pendapatan) dianggap beban.
7. Orang yang hidup mengikut kehendak agama ditindas dan hati mereka sentiasa merintih kerana maksiat berleluasa tetapi mereka tidak mampu mencegahnya.
8. Turun hujan di luar musimnya dan hujan tidak memberi keuntungan kepada makhluk di muka bumi.
9. Fenomena lelaki berkahwin dengan lelaki (homoseksual) dan perempuan berkeinginan kepada perempuan (lesbian) semakin menjadi-jadi.
10. Perempuan menguasai lelaki dengan memakai ubat guna-guna, sihir dan amalan syaitan lain.
11. Anak-anak mengingkari dan menderhaka ibu bapa (ibu bapa menjadi kuli dan anak menjadi tuan).
12. Kawan baik dilayan dengan kasar, manakala musuh diberi layanan baik. Kawan disangka lawan dan musuh dianggap sahabat serta memusuhi orang yang mengajak berbuat kebaikan.
13. Dosa dipandang ringan malah bangga melakukannya seperti zina, minum arak, bergaul bebas antara lelaki dan perempuan, meninggalkan sembahyang, mendedahkan aurat dan berjudi.
14. Masjid dihias indah tetapi kosong, terpulau, berkunci dan banyak berlaku kecurian barang masjid yang berharga.
15. Ramai yang sembahyang tetapi munafik dan berpura-pura. Di dalam sembahyang berjanji akan mengikut suruhan Allah tetapi di luar sembahyang melanggar perintahNya,
16. Akan datang golongan manusia dari Barat menguasai mereka yang lemah (iman) dan ramai terpengaruh dengannya seperti mengikut cara mereka berpakaian, bergaul dan suka berpesta.
17. Al-Quran dicetak dengan indah tetapi hanya dijadikan perhiasan dan jarang dibaca serta diamalkan kehendaknya.
18. Amalan riba berleluasa hingga orang alim pun terjebak sama.
19. Darah manusia tidak berharga, sering berlaku pembunuhan, peperangan dan jenayah.
20. Penganut Islam tidak mahu mengamalkan suruhan agama dan tidak mahu membela serta menyebarkannya.
21. Akan bertambah banyak penyanyi wanita (wanita yang tidak beriman adalah senjata syaitan yang baik).
22. Ramai orang kaya pergi umrah dan haji dengan tujuan melancong, yang sederhana pergi untuk berniaga dan yang miskin bermaksud meminta sedekah.


sumber: http://myibrah.com/


nota:


dunia ini pun ada umurnya,
kita manusia pun ada umurnya,
kita tidak akan selamanya didunia yang fana,
kita semua akan kembali mengadap rabbul izzati,
tingkatkan amal, teruskan jihad dan perjuangan,
agar Allah redha dengan hidup kita sebagai hambaNya.
hidup ini terlalu singkat untuk disia-siakan, 
hiduplah dengan redha dan tenang.. 




astaghfirullahal a'zhim...