Minggu, 29 April 2012

Al-Qur'an Surat Al-Baqarah Ayat 164-167


Terjemahan Al-Qur'an Surat Al-Baqarah ayat 164 sampai dengan ayat 167, sebagai berikut:
Al-baqarah Ayat 164: Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering) -nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; Sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.

Al-baqarah Ayat 165: Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat lalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal).

Al-baqarah Ayat 166: (Yaitu) ketika orang-orang yang diikuti itu berlepas diri dari orang-orang yang mengikutinya, dan mereka melihat siksa; dan (ketika) segala hubungan antara mereka terputus sama sekali.

Al-baqarah Ayat 167: Dan berkatalah orang-orang yang mengikuti: "Seandainya kami dapat kembali (ke dunia), pasti kami akan berlepas diri dari mereka, sebagaimana mereka berlepas diri dari kami." Demikianlah Allah memperlihatkan kepada mereka amal perbuatannya menjadi sesalan bagi mereka; dan sekali-kali mereka tidak akan ke luar dari api neraka.

Kamis, 26 April 2012

Al-Qur'an Surat Al-Baqarah Ayat 158-163

Terjenahan Al-Qur'an Surat Al-Baqarah ayat 158 sampai dengan ayat 163, sebagai berikut:
Al-baqarah Ayat 158: Sesungguhnya Safa dan Marwah adalah sebahagian dari syi`ar Allah. Maka barang siapa yang beribadah haji ke Baitullah atau ber-`umrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sai antara keduanya. Dan barang siapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui.

Al-baqarah Ayat 159 : Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al Kitab, mereka itu dilaknati Allah dan dilaknati (pula) oleh semua (makhluk) yang dapat melaknati,

Al-baqarah Ayat 160: kecuali mereka yang telah tobat dan mengadakan perbaikan dan menerangkan (kebenaran), maka terhadap mereka itu Aku menerima tobatnya dan Akulah Yang Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.

Al-baqarah Ayat 161 : Sesungguhnya orang-orang kafir dan mereka mati dalam keadaan kafir, mereka itu mendapat laknat Allah, para malaikat dan manusia seluruhnya.

Al-baqarah Ayat 162: Mereka kekal di dalam laknat itu; tidak akan diringankan siksa dari mereka dan tidak (pula) mereka diberi tangguh.

Al-baqarah Ayat 163: Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Rabu, 25 April 2012

Al-Qur'an Surat Al-Baqarah Ayat 151-157

Terjemahan Al-Qur'an Surat Al-Baqarah Ayat 151 sampai dengan Ayat 157, sebagai berikut:
Al-baqarah Ayat 151 : Sebagaimana (Kami telah menyempurnakan nikmat Kami kepadamu) Kami telah mengutus kepadamu Rasul di antara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan menyucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Al Kitab dan Al-Hikmah (As Sunah), serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui.

Al-baqarah Ayat 152: Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.

Al-baqarah Ayat 153: Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) salat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.

Al-baqarah Ayat 154: Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya.

Al-baqarah Ayat 155: Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar,

Al-baqarah Ayat 156: (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, "Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun"

Al-baqarah Ayat 157: Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.

indahnya Syurga.. Allahurabbi...



"Dan dia memberi balasan kepada mereka kerana kesabarannya (berupa) syurga dan (pakaian) sutera.
Di sana mereka duduk bersandar di atas dipan, di sana mereka tidak melihat (merasakan teriknya) matahari dan tidak pula dingin berlebihan.
Dan naungan (pepohonan)nya dekat di atas mereka dan dimudahkan semudah-mudahnya untuk memetik (buah)nya.
Dan kepada mereka diedarkan bejana-bejana dari perak dan piala-piala yang bening laksana kristal.
Kristal yang jernih yang diperbuat dari perak, mereka tentukan ukurannya yang sesuai (dengan kehendak mereka).
Dan di sana mereka diberi segelas minuman bercampur jahe.
Yang didatangkan dari sebuah mata air (di syurga) yang dinamakan Salsabil.
Dan mereka dikelilingi oleh para pemuda-pemuda yang tetap muda.
Apabila kamu melihatnya, akan kamu kira mereka, mutiara yang bertaburan.
Dan apabila engkau melihat (keadaan) di sana (syurga), nescaya engkau akan melihat berbagai macam kenikmatan dan kerajaan yang besar.
Mereka berpakaian sutera halus yang hijau dan sutera tebal dan memakai gelang terbuat dari perak dan Tuhan memberikan kepada mereka minuman yang bersih (dan suci).
Inilah balasan untukmu, dan segala usahamu diterima dan diakui (Allah).”
(Al-Insan: 12-22)

nota:

salam perjuangan!, 
biar rebah jangan berubah dari jalan mujahadah mencari Redha Allah
kuatkan iman dan terus melangkah kehidupan fana ini,
dengan penuh hikmah dan kesabaran, 
Allah tidak pernah meninggalkan kita 
walaupun kita sering melupakanNya.. Allahurabbi... 
Asma' Husna... 



Wajibat 38

Bismillahirrahmanirrahim,
just kopi dan gam dari blog sahabat2 maya.. 
peringatan untuk diri, cuba praktikkan dalam diri.. 
insya Allah. Amin ya rabb 11X.. 


Wajibat 38

1.Bacalah Al-Quran setiap hari dan baikilah cara bacaan kita.
2.Banyakkan membaca buku-buku Seerah, Hadis, Aqidah, Feqah dan lain-lain.
3.Jagalah kesihatan.
4.Jauhi minuman dan merokok yang boleh menjejas kesihatan.
5.Sentiasa berada dalam kebersihan.
6.Jangan bercakap bohong.
7.Jangan memungkiri janji.
8.Jadilah seorang yang berani.
9.Jaga hemah diri untuk orang boleh menghormati.
10.Hiasi diri dengan sifat malu, tawadhuk, sensitif terhadap baik dan buruk.
11.Jadilah seorang yang adil dalam semua keadaan.
12.Aktifkan diri dalam kerja-kerja khidmat masyarakat.
13.Milikilah sifat-sifat yang dengannya kita disenangi orang ramai.
14.Mahir dan banyakkan membaca dan menulis.
15.Berniaga sendiri adalah sifat yang mulia bagi pendakwah.
16.Bekerja sendiri lebih baik untuk Dakwah dari makan gaji kerajaan.
17.Setiap kita mesti cemerlang dalam apa bidang atau pekerjaan yang diceburi.
18.Bersegera menunaikan hak-hak diri dan orang lain tanpa berlengah-lengah.
19.Jauhi judi dan segala aktiviti pendapatan wang yang haram.
20.Jauhi riba.
21.Bantu tingkatkan ekonomi umat Islam.
22.Peruntukkan sebahagian wang kita untuk Dakwah dan orang yang memerlukan.
23.Buat tabungan wang untuk kecemasan dan jauhi bermewah dalam berbelanja.
24.Praktikkan budaya Islam menggantikan budaya Barat yang dipakai orang ramai.
25.Jauhkan diri dari kelab dan ideologi yang jauh dari Islam.
26.Sentiasa mendekatkan diri kepada Allah dengan amalan sunat dan nawafil.
27.Sentiasa dalam keadaan bersuci.
28.Solat dengan sempurna, secara berjemaah di surau atau masjid.
29.Tunaikan puasa Ramadan dan Haji tanpa lengah jika telah mampu.
30.Sentiasa rindu Jihad, mati syahid dan membuat persiapan untuknya.
31.Selalu bertaubat dan istighfar. Jauhi dosa dan muhasabah diri setiap hari.
32.Berjihad melawan nafsu sehingga kita dapat memimpinnya.
33.Jauhi arak dan apa yang memabukkan.
34.Jauhi orang yang jahat dan rosak serta sarang-sarang maksiat dan dosa.
35.Tinggalkan sikap berfoya-foya dan bermewah-mewah.
36.Saling berkenalan dan bantu membantu dengan pendokong-pendokong Islam.
37.Jauhi badan atau kumpulan yang sia-sia.
38.Sentiasa berfikir dan berusaha menjayakan Dakwah Islam dalam masyarakat.

Selasa, 24 April 2012

Al-Qur'an Surat Al-Baqarah Ayat 142-150

Terjemahan Al-Qur'an Surat Al-Baqarah Ayat 142 sampai dengan ayat 150, sebagai berikut:

Ayat 142: Orang-orang yang kurang akalnya di antara manusia akan berkata: "Apakah yang memalingkan mereka (umat Islam) dari kiblatnya (Baitulmakdis) yang dahulu mereka telah berkiblat kepadanya?" Katakanlah: "Kepunyaan Allah-lah timur dan barat; Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya ke jalan yang lurus.

Ayat 143: Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Dan Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan agar Kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot. Dan sungguh (pemindahan kiblat) itu terasa amat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah; dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia.

Ayat 144: Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidilharam. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidilharam itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.

Ayat 145: Dan sesungguhnya jika kamu mendatangkan kepada orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil), semua ayat (keterangan), mereka tidak akan mengikuti kiblatmu, dan kamu pun tidak akan mengikuti kiblat mereka, dan sebahagian mereka pun tidak akan mengikuti kiblat sebahagian yang lain. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti keinginan mereka setelah datang ilmu kepadamu, sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk golongan orang-orang yang lalim.

Ayat 146: Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri Al Kitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan sesungguhnya sebahagian di antara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui.

Ayat 147: Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu.

Ayat 148: Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Ayat 149: Dan dari mana saja kamu ke luar, maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidilharam; sesungguhnya ketentuan itu benar-benar sesuatu yang hak dari Tuhanmu. Dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan.

Ayat 150: Dan dari mana saja kamu keluar, maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidilharam. Dan di mana saja kamu (sekalian) berada, maka palingkanlah wajahmu ke arahnya, agar tidak ada hujah bagi manusia atas kamu, kecuali orang-orang yang lalim di antara mereka. Maka janganlah kamu, takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Dan agar Kusempurnakan nikmat-Ku atasmu, dan supaya kamu mendapat petunjuk.

Senin, 23 April 2012

Al-Qur'an Surat Al-Baqarah Ayat 139 - 141

Terjemahan Al-Qur'an Surat Al-Baqarah Ayat 139 sampai dengan 141 :
Ayat 139 : Katakanlah: "Apakah kamu memperdebatkan dengan kami tentang Allah, padahal Dia adalah Tuhan kami dan Tuhan kamu; bagi kami amalan kami, bagi kamu amalan kamu dan hanya kepada-Nya kami mengikhlaskan hati,

Ayat 140 : ataukah kamu (hai orang-orang Yahudi dan Nasrani) mengatakan bahwa Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakqub dan anak cucunya, adalah penganut agama Yahudi atau Nasrani? Katakanlah: "Apakah kamu yang lebih mengetahui ataukah Allah, dan siapakah yang lebih lalim daripada orang yang menyembunyikan syahadah dari Allah yang ada padanya?" Dan Allah sekali-kali tiada lengah dari apa yang kamu kerjakan.

Ayat 141: Itu adalah umat yang telah lalu; baginya apa yang diusahakannya dan bagimu apa yang kamu usahakan; dan kamu tidak akan diminta pertanggungan jawab tentang apa yang telah mereka kerjakan.

Minggu, 22 April 2012

Menuju Perubahan, Berubah Untuk Masa Depan


" Di antara perkara yang boleh membawa kepada dosa adalah kelalaian.
Ia adalah titik penghalang untuk memacu perubahan pada diri."
-------------------------------------------------------------------------

“ Menuju Perubahan”
“ Bergerak Memacu Perubahan.”
“ Berubah Untuk Masa Hadapan.”
Banyak benar slogan, motto dan laungan berkisar “perubahan” sejak akhir-akhir ini. Jauh disudut hati, saya juga ingin sentiasa berubah ke arah lebih baik. Fitrah manusia, dalam dirinya pasti cenderung untuk melakukan anjakan, paradigma dan kelainan dengan meningkat lebih baik, maju dan berwawasan. Semua kita, ingin dan berhajat untuk berubah. Namun – di sana ada benteng-benteng penghalang yang menjarakan antara kita dengan pintu perubahan.

Justeru itu, apa yang perlu kita buat?

Saya masih ingat, seorang murabbi saya menyebut tentang perubahan. Jika kita ingin melakukan perubahan, kita perlu jelas dan fahami akan hakikat perubahan itu sendiri. Hampir semua orang ingin berubah, namun setelah masa berlalu mereka masih di tahap yang sama. Oleh itu, kita bukan sekadar merasa perlu berubah tetapi kita juga perlu tahu kenapa kita perlu berubah, apa perubahan yang perlu kita lakukan dan bagaimana perubahan itu patut bermula.

Inilah persoalan-persoalan awal yang perlu kita jawab sekiranya benar-benar ingin berubah.

Titik mula melakukan perubahan, kata murabbi saya ialah :

“ Kenali kelemahan, keaiban dan kekurangan diri kita.”

Itu asasnya. Sedarkah kita bahawa kita ini sebenarnya insan yang lemah, kerdil lagi hina ?

Sekali sekala air mata ini berguguran jua. Sekuat mana kita, sekental mana fizikal luaran kita dan segagah mana daya tahan perasaan yang ada, akhirnya kita bagaikan “terpaksa” - akur bahawa kita sebenarnya insan yang sangat – sangat kerdil, hina dan lemah.

Ujian demi ujian. Dugaan demi dugaan serta musibah yang bersilih ganti hadir mengusik setiap sanubari kita. Apabila musibah itu tiba, maka sedarlah diri kita bahawa sesungguhnya, kita sangat-sangat berhajatkan kepada Allah SWT. Ya, dalam segala hal, tindakan dan peristiwa yang telah ditetapkan oleh Allah SWT.

Firman Allah SWT yang bermaksud :

“ (Oleh kerana Allah Menguasai segala-galanya, maka) Wahai umat manusia, kamulah Yang sentiasa berhajat kepada Allah (dalam Segala perkara), sedang Allah Dia lah sahaja Yang Maha Kaya, lagi Maha Terpuji.”

( Al- Fatir 35 : 15)

Inilah tandanya dan signalnya : kita sangat-sangat perlukan Allah SWT. Kita ini sangat-sangat lemah!

Justeru, berhentilah seketika. Saat itu, kita perhatikan insan-insan di sekeliling kita dan amatilah setiap wajah mereka. Ketika itu, rehatkan juga minda kita. Dan – koreksi diri kita sedalam-dalamnya. Lihatlah hati kita yang berada di dada kita. Bersihkah ia? Jernihkah ia? Atau sebaliknya? Semua ini adalah titik mula untuk mengenalpasti kelemahan-kelemahan yang tercalit pada diri kita.

Pengalaman Untuk Berubah

Sejak akhir-akhir ini , saya mulai berlawan dengan suatu perkara yang begitu dekat dengan diri saya. Saya mulai perasaan akan beberapa perkara yang menganggu dan menyekat diri saya untuk meningkat. Apabila saya berbincang dengan zaujati, salah satu yang melalaikan saya ialah memiliki akaun muka buka atau facebook. - Laman sosial yang digilai ramai saat ini. Lama saya berfikir & bermuhasabah, jujurnya saya telah dilalaikan oleh facebook. Saya tidak kuat untuk mengendalikanfacebook dalam kehidupan saya.

Walaupun, jarang mengemas kini status, melayari ke akuan rakan-rakan lain dan sebagainya. Bagi saya, - diri ini telah dilanda ketagihan bermuka buka yang belum pernah saya alami sebelum ini. Banyak kesan burukfacebook kepada saya. Dan paling mengesani saya ialah, saya terbaca dan terambil tahu tentang berita-berita, status-status dan perkara-perkara yang tidak perlu saya tahu dan virus-virus facebook yang melanda suatu masa dahulu sehingga memaparkan imej-imej yang tidak senonoh! Luka hati saya.

Banyak rakan-rakan & adik-adik, mulai kongsikan permasalahan mereka dengan keburukan facebook dan perangkap-perangkapnya. – Salah memahami maksud status yang membawa perselisihan faham, tercetusnya hubungan percintaan terlarang, penggunaan yang merosakan dan sebagainya. Ada juga terperangkap dengan kononnya – saling menasihati kawan-kawan – tetapi terselindung maksud yang buruk di sebaliknya.

Setiap hari saya akan melayarinya, sehingga mengganggu dan merencatkan tugasan harian saya yang lebih utama. Saya kata bahawa saya lalai dengan facebook apabila saya menggunakannya lebih daripada 1 jam sehari. Bagi saya, itu terlalu membazirkan masa!

Apa kesan kelalaian ini?

Saya mulai rasa lain ketika solat, - hilang kekhusyukan. Membaca Al-Quran tidak lagi manis. Ibadah di awal Subuh mulai suam-suam sejuk. Masa menatap Al-Quran, berzikir dan tadabur ayat-ayat Al-Quran kian kurang dalam kehidupan.

Justeru, saya berbisik kepada diri - saya ingin berubah kerana masih banyak perkara yang perlu saya lakukan. Masya-Allah, ketahuilah betapa sukarnya untuk mengurangkan masa saya bersama facebook. Saya menjadualkan semula kehidupan dengan hanya membuka akaun facebook hanya di sebelah malam dengan peruntukan masa hanya sejam sahaja. Tetapi saya gagal.

Lalu hujung bulan lepas, - Bulan Mac- saya mulakan dengan deactivekan akaun facebook sehingga kini. Pada peringkat awalnya, ia kelihatan drastik – saya tumpang juga untuk lihat apa maklumat berkaitan dengan menggunakan akaun zaujati saya & lama-kelamaan jarang-jarang membukannya. Dan, alhamdulillah ia menunjukan kesan yang sangat positif!

Mungkin, menutup akuan itu adalah jalan yang terbaik buat saya.

Bagi saya, walaupun ianya kelihatan kelakar, simple dan melucukan. Tetapi, itu realiti kehidupan. Itulah lemahnya saya.

Saya semakin tenang tanpa facebook, dikeliling status-status yang tidak perlu saya tahu, dan apa-apa yang berhubung kait dengannya. Maaf, bagi saya inilah titik kelemahan yang menyebabkan saya sukar meningkat selama ini.

Kelemahan saya ialah : Kelalaian!

Hakikatnya, bukannya salah itu pada facebook. Tetapi diri saya, gagal menguasai hati, jiwa dan diri untuk bertindak mengikuti keimanan, ketaqwaan dan kefahaman yang benar. Justeru, setakat ini – inilah jalan yang terbaik buat saya.

Andai bagaimana? Inilah salah satu pengalaman saya dalam titian perjalanan untuk berubah dan terus meningkat. Berubah meninggalkan perkara yang boleh merosakan dan merencatkan pembangunan diri saya. Dan – terima kasih buat zaujati yang sentiasa memberikan nasihat dan peringatan. Alhamdulillah, zaujati mampu mengendalikan diri dengan baik dalam berfacebook. Kagum saya!^^

“ Dalam hidup kita, banyak perkara yang kita perlu korbankan untuk meningkat. Terutamanya, meninggalkan perkara-perkara yang kita sayangi. Apatah lagi, jika ia adalah sesuatu yang aib,” Nasihat murabbi saya suatu masa dahulu.

“ Kita semua memiliki keaiban-keaiban yang sangat kita sayangi kerana hawa nafsu. Justeru, tinggalkan ia secara berperingkat-peringkat. Mungkin, setiap kita tidak sama kekuatan dan kudratnya. Tetapi, berusahalah dengan mengikis kelemahan-kelemahan yang ada,” Ujar murabbi lagi.

Bagi yang memiliki facebook, saya tidak menyatakan kalian bersalah atau apa-apa. Tidak sama sekali, itu hanya secebis pengalaman saya yang lemah dan kerdil yang gagal menguasai diri serta berdisiplin dalam mengemudi alat teknologi untuk manfaat diri. Itu sahaja.

Kalian, mungkin bijak serta cermat menggunakan facebook. Maka teruskan memanfaatkannya, serta menggunakannya untuk kebaikan dan kebenaran. Saya hanya berkongsi akan “gagal”nya saya dalam hal ini. Teringat akan artikel saya berkaitan facebook pada tahun lepas, hari ini Allah SWT uji akan apa yang saya catat dan tulis dahulu. Allah!

Saya masih berjuang, dan akan terus berjuang untuk berubah serta mengekalkan momentum perubahan buat diri kerana saya hajat ingin meningkat dalam perjalanan menuju Allah SWT. Dan, mohon maaf atas kekurangan, kelemahan dan kekerdilan hamba Allah ini.

BroHamzah
20 April 2012
Menerima Teguran Dengan Jiwa Yang Lapang
Ingin Pulang Sebagai Hamba Allah SWT,
Dengan Penuh Kasih Sayang



nota: 
sungguh, 
saya kagum kepada insan-insan yang mampu mengawal dirinya, 
tetapi saya tidak mampu, 
maka saya perlu ambil tindakan untuk berubah 
sebelum ia menjadi barah.. 

Allah, 
sesungguhnya Kau Maha Mengetahui, 
Cukuplah Allah bagiku.. 
semoga saudara-saudara seIslamku juga 
ditetapkan iman dan dijauhkan dari azabNya.. 
amin ya rabbal alamin.. 

Senin, 16 April 2012

Syuur yang berlebihan- virus ukhwah


Bismillahirrahmanirrahim, 
saya ingin berkongsi dari blogwalking petang tadi,.. selamat membaca dan menghayati~ 

tadi tetiba kembali satu post dari pada blog akhwatmedic iaitu 'cemburu yang memakan diri'.sudah setahun saya membacanya, tetapi belum faham sepenuhnya. tapi hari ini, terasa nak mengulas isu ini. saya amat menyokong post itu bagi memperingatkan diri saya dan akhwat sekalian.baru-baru ini saya berdiskusi dengan beberapa akhwat ttg masalah ini. yang kelakarnya, ada seorang akhwat masih tidak percaya masalah ini wujud dalam kalangan aktivis sendiri mengulas isu ini,

isu syuur berlebihan sememangnya wujud

ukhwah yang hambar bakal meretakkan hubungan sesama akhwat
tetapi jgn kita sangka ukhwah yang berlebihan tiada sebarang masalah
ia juga bakal mwjudkan konflik bagi siapa yang gagal mengawalnya

Bagaimana ia berlaku?

kebiasaannya, manusia memang cenderung untuk dikasihi, disayangi itu memang tidak dapat dinafikan lagi

insyaAllah, mana-mana aktivis dalam gerakan islam,
Allah mngurniakan keinginan berukhwah kepada mereka
Allah telah mempersatukan hati kita dengan yang lain
untuk menguatkan satu sama yang lain dalam bergerakkerja untuk Allah

saling memberi tausyi'ah, itu semestinya
saling mengingati, itu pasti saling mengasihi dan menyayangi kerana ALLAH juga benar

jadi kadangkala kita larut dalam kesempurnaan itu...
kita rakus dalam kepentingan diri sendiri...
kita mula tamak untuk memiliki rasa dikasihi oleh orang lain

niat kita berukhwah kerana Allah tersasar
kita letakkan Allah sebagi no 2 kerana mengharapkan kasih akhwat lain daripada cinta Allah yang lebih aula
kita mula cemburu jika akhwat yang kita rapat, bergaul dengan akhwat lain melebihi diri kita
kita tidak senang dengan cara akhwat yang kita kasihi itu

maka, jika keadaan di atas berlaku. berhati-hatilah, virus ukhwah mula menular. kita bakal mengidapi penyakit 'syu'ur yang berlebihan'

Andai penyakit ini terkena kita, ayuh ukhti kareemah, kita rawati segera!
letakkan Allah no 1 di hati kerana DIA yang wajib kita cemburu kalau DIA mencintai atau mengasihi orang lain

Bahana jika Allah bukan yang pertama

akhwat yang dirahmati,
cuba kita lihat apa yang terjadi pada Nabi Yaakub A.S kerana terlalu mengasihi Nabi Yusuf A.S. Allah memisahkan mereka dalam tempoh puluhan tahun. dan akhirnya setelah berapa lama kedua-duanya menderita, baru Allah mempersatukan mereka kembali

begitu juga Nabi Ibrahim yang terlalu kasihkan Nabi Ismail sehinggakan Allah memerintahkan agar Nabi Ibrahim menyembelih anaknya yang dikasihi itu

jadi ukhti sekalian, kita tidak sekuat para Anbia untuk menanggung mehnah dari Allah S.W.T.
kita perlu takut apa yang bakal Allah tentukan seandainya kita mencintai sesuatu lebih daripadaNYA sendiri..

dari pengalaman saya, saya juga pernah cemburukan akhwat saya kerana rapat dengan akhwat yang saya kasihi. sy rasa tidak selesa jika ada akhwat lain rapat dengan akhwat yang saya kasihi itu. dan akhirnya, Allah telah memisahkan kami. dia sudah tidak bersama saya lagi.

satu je khilaf saya yang InsyaAllah yang saya sedar dan menyesal sehingga sekarang iaitu, terlalu mengharapkan kasih orang lain daripada YANG MAHA AGUNG..mgkin itu balasan untuk saya kerana gagal meletakkan Allah no 1 di hati

Solusi cemburu itu

jadi ukhti kareemah
jgn lupa untuk meletakkan Allah di hati. DIA lebih utama untuk ruang dihati kita. bukannnya orang lain..

ingin saya kongsikan 1 tips untuk mengelakkan syuur yang berlebihan itu
kalau dalam post saya sebelum ni 'mengharap cinta seisi langit dan bumi', saya ada berkongsikan satu hadis iaitu


Sesungguhnya jika Allah mencintai hambaNYA, ia akan memanggil Jibril seraya berkata, " Wahai Jibril, aku mencintai si fulan, maka cintailah ia." maka Jibril pun mencintainya, lalu ia Jibril menyeru penduduk langit, "Sesungguhnya Allah mencintai si Fulan, maka cintailah ia" Maka penduduk langit pun mencintaiNYA, sehingga ia pun dijadikan nya diterima (dicintai) oleh penduduk bumi" (HR Bukhari dan Muslim)

formula ini yang saya gunakan untuk menghapuskan syu'ur itu. Sesungguhnya janji Allah benar dan Allah tidak pernah menyalahi janji

cintai Allah. itu kuncinya..
insyaAllah Allah cinta pada kita juga..bahkan malaikat, penduduk langit dan bumi juga cintakan kita. kasihkan kita. ingatlah Allah, Allah juga ingat pada kita seperti dalm firmannya dalam Surah Al-Baqarah ayat ke 152.

nak mengharapkan orang cintai kita, kasihi kita, rindui kita, cintailah Allah dahulu. nescaya penduduk bumi cintai kita patah lagi akhwat kita. yang penting bersihkan niat kita.







InsyaAllah, daripada hadis ini saya cuba aplikasikan dalam hidup. 
suatu hari saya sgt merindui seorang akhwat. jadi apa yang saya buat, cuba untuk meletakkan cinta pada Allah dahulu dan terus berdoa untuk akhwat itu kerana sy rinduinya kerana Allah. Alhamdulillah, hari itu juga saya menerima mesej dari akhwat itu dahulu mengatakan dia juga rindukan sy kerana Allah. Terima Kasih Allah....



INNAWA'DALLAHIHAQ!!!

WA. 



nota: 

sungguh, 
Mari Cintai Allah dulu, 
pasti dicintai selain Allah. 
jika tidak, berbelanjalah berjuta-juta wang pun
orang yang kita sayang tidak akan nampak kita, 
kerana kita tidak CINTA KEPADA YANG MAHA PEMILIK HATI terlebih dahulu. 

sungguh, 
saya rindukan akhwat itu, 
tetapi saya mahu cari cinta Allah dahulu supaya Allah redha dengan ukhwah ini. 
ya Rabb..amin ya rabbal alamin.. 

jika berukhwah kerana Allah, 
bertemu tidak jemu, berpisah tidak gelisah. 

Al-Qur'an Surat Al-Baqarah Ayat 135-138

Terjemahan Al-Qura'n Surat Al-Baqarah ayat 135 sampai 138, sebagai berikut:
Al-baqarah Ayat 135 : Dan mereka berkata: "Hendaklah kamu menjadi penganut agama Yahudi atau Nasrani, niscaya kamu mendapat petunjuk". Katakanlah: "Tidak, bahkan (kami mengikuti) agama Ibrahim yang lurus. Dan bukanlah dia (Ibrahim) dari golongan orang musyrik".

Al-baqarah Ayat 136 : Katakanlah (hai orang-orang mukmin): "Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya".

Al-baqarah Ayat 137: Maka jika mereka beriman kepada apa yang kamu telah beriman kepadanya, sungguh mereka telah mendapat petunjuk; dan jika mereka berpaling, sesungguhnya mereka berada dalam permusuhan (dengan kamu). Maka Allah akan memelihara kamu dari mereka. Dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Al-baqarah Ayat 138 : Shibghah Allah. Dan siapakah yang lebih baik shibghahnya daripada Allah? Dan hanya kepada-Nya-lah kami menyembah.

Hargai Apa Yang Kita Miliki


Pada suatu hari di sebuah sekolah, seorang murid bertanya pada gurunya. Ketika itu guru tersebut sedang mengajar mengenai kasih sayang.

Pelajar: Cikgu, macam mana kita nak pilih seseorang yang terbaik sebagai orang yang paling kita sayang?     Macam mana pula kasih sayang itu nak berkekalan?

Cikgu: Ok, kamu ikut apa yang saya suruh. Kamu pergi ke padang. Kamu berjalan di atas rumput sambil memandang rumput di depan kamu. Pilih yang PALING cantik tanpa menoleh ke belakang lagi walaupun sekali. Dah petik rumput PALING cantik sekali,bawa ke kelas.

Apabila pelajar tersebut pulang ke kelas, tiada sehelai rumput pun di tangannya.

Cikgu: Kenapa tiada rumput yang dipilih?

Pelajar: Tadi masa saya berjalan, saya carilah rumput yang paling cantik. Memang ada yang paling cantik tapi cikgu kata petik yang paling cantik, makanya saya pun terus berjalan ke depan sambil mencari yang paling cantik tanpa menoleh ke belakang lagi. Tapi sampai di penghujung padang, saya tak jumpa pun yang paling cantik. Mungkin ada di antara yang di belakang saya tadi rumput yang paling cantik tapi dah cikgu cakap tak boleh menoleh ke belakang semula, jadi tiadalah rumput yang boleh saya petik".

Cikgu: Itulah jawapannya. Maknanya apabila kita telah berjumpa dengan seseorang yang kita sayang, janganlah kita mencari yang lebih baik dari itu. Kita patut hargai orang yang di depan kita sebaik-baiknya. Jangan kita menoleh ke belakang lagi kerana yang telah berlaku tetap dah berlaku. Semoga yang berlaku tidak berulang lagi. Dan ingatlah bahawa orang yang paling kita sayang itulah yang paling cantik dan paling baik. Walaupun nak ikutkan, banyak lagi yang cantik dan baik seperti rumput tadi....

HARGAILAH SAHABAT YANG KITA MILIKI SEBELUM KEHILANGANNYA....

WA.

Senin, 09 April 2012

Al-Qur'an surat Al-Baqarah Ayat 128-134

Al-Qur'an terjemahan Surat Al-Baqarah ayat 128 sampai dengan ayat 134, sebagai berikut:
Al-baqarah Ayat 128 : Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) di antara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadah haji kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.

Al-baqarah Ayat 129 : Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka seorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab (Al Qur'an) dan Al-Hikmah (As-Sunah) serta menyucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Al-baqarah Ayat 130 : Dan tidak ada yang benci kepada agama Ibrahim, melainkan orang yang memperbodoh dirinya sendiri, dan sungguh Kami telah memilihnya di dunia dan sesungguhnya dia di akhirat benar-benar termasuk orang-orang yang saleh.

Al-baqarah Ayat 131 : Ketika Tuhannya berfirman kepadanya: "Tunduk patuhlah!" Ibrahim menjawab: "Aku tunduk patuh kepada Tuhan semesta alam".

Al-baqarah Ayat 132 : Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Yakub. (Ibrahim berkata): "Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam".

Al-baqarah Ayat 133: Adakah kamu hadir ketika Yakub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: "Apa yang kamu sembah sepeninggalku?" Mereka menjawab: "Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishak, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya."

Al-baqarah Ayat 134 : Itu adalah umat yang lalu; baginya apa yang telah diusahakannya dan bagimu apa yang sudah kamu usahakan, dan kamu tidak akan diminta pertanggungan jawab tentang apa yang telah mereka kerjakan.

Al-Qur'an Surat Al-Baqarah ayat 123-127

Al-Quran terjemahan Surat Al-Baqarah ayat 123 sampai dengan 127, sebagai berikut:
Al-baqarah Ayat 123 : Dan takutlah kamu kepada suatu hari di waktu seseorang tidak dapat menggantikan seseorang lain sedikit pun dan tidak akan diterima suatu tebusan daripadanya dan tidak akan memberi manfaat sesuatu syafaat kepadanya dan tidak (pula) mereka akan ditolong.

Al-baqarah Ayat 124 : Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: "Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia". Ibrahim berkata: "(Dan saya mohon juga) dari keturunanku". Allah berfirman: "Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang-orang yang lalim".

Al-baqarah Ayat 125 : Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: "Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang tawaf, yang iktikaf, yang rukuk dan yang sujud".

Al-baqarah Ayat 126 : Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa: Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezeki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman di antara mereka kepada Allah dan hari kemudian. Allah berfirman: "Dan kepada orang yang kafir pun Aku beri kesenangan sementara, kemudian Aku paksa ia menjalani siksa neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali".

Al-baqarah Ayat 127 : Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): "Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui".